Keluarga Hanum di Riau: Meninggal karena ISPA, Kenapa Disebut Meningitis?

Keluarganya merasa dihakimi, tiba-tiba saja setelah banyak berita soal kematian Hanum oleh sakit terkena kabut asap, Dokter mengatakan Hanum menderita sakit meningitis.

BERITA , NUSANTARA , NUSANTARA , NASIONAL

Minggu, 13 Sep 2015 22:28 WIB

Author

Luzi Diamanda

Keluarga Hanum di Riau: Meninggal karena ISPA, Kenapa Disebut Meningitis?

Ilustrasi. Kualitas udara di Pekanbaru Riau akibat kabut asap, 7 September 2015. (Foto: Luzi/KBR)

KBR, Riau - Keluarga Muhanum Anggriawati tidak terima anaknya dinyatakan meninggal karena penyakit meningitis atau radang yang menyerang lapisan selaput otak dan tulang belakang.

Muhanum Anggriawati, 12 tahun, meninggal pada 11 September lalu, di tengah kepungan asap yang menyelimuti Riau.

Musriati, ibu Muhanum Anggriawati, telah mengikhlaskan kepergian anaknya. Hanya saja ia sakit hati, ketika Dinas Kesehatan dan dokter menyebut anaknya meninggal karena meningitis.

Musriati merasa dihakimi. Bahkan masyarakat sekitar menjauhi keluarga itu karena menganggap meningitis penyakit berbahaya dan menular.

"Moga-moga cuma anak kami saja (yang jadi korban). Tapi tengok asap seperti ini aku ndak yakin. Tengok aja sendiri. Ndak mungkin semua anak di Riau ini sehat. Pasti banyak anak lain yang seperti ini. Tapi yang paling menyakitkan, ini soal penyakit anak kami. Kami seperti dihakimi," kata Musriati.

Pernyataan sakit Hanum ini disampaikan oleh Kepala Biro Humas Pemrov Riau di rumah Hanum, satu hari setelah meninggalnya Hanum.

Pernyataan ini kemudian yang dikutip media massa. Padahal kata Musriati, anaknya tidak ada menderita sakit apa-apa selama ini. Hanya batuk biasa.

Ayah Hanum, Mukhlis juga tidak bisa menerima pernyataan Kepala Dinas Kesehatan yang menyatakan anaknya terkena sakit meningitis. Mukhlis berharap Pemerintah Provinsi Riau tidak menyembunyikan fakta mengenai sebab kematian anaknya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Andra Sjafril mengatakan Muhanum Anggriawati meninggal karena penyakit gizi buruk dan TBC.

Andra mengatakan sudah menjelaskan kepada keluarga dan riwayat kesehatan Muhanum terkait penyebab kematian bocah tersebut.

Sebelumnya, seorang anak berumur 12 tahun, Muhanum Anggriawati dikabarkan meninggal akibat gagal bernafas karena ISPA, kamis lalu. Ayah Muhanum, Mukhlis, mengatakan, putri sulungnya mengalami gagal pernafasan akibat paru-parunya disesaki lendir atau dahak.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17