Pemerintah: Otsus, Jalan Tengah Terbaik untuk Papua

Anda pernah mendengar sepak terjang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi?

BERITA

Selasa, 23 Sep 2014 02:39 WIB

Author

Fuad Bakhtiar

Pemerintah: Otsus, Jalan Tengah Terbaik untuk Papua

otonomi khusus papua, otsus papua, bupati purwakarta dedi mulyadi, kesenjangan papua

KBR, Purwakarta - Anda pernah mendengar sepak terjang Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi? Ya, dia adalah kepala daerah di salah satu kabupaten di Jawa Barat yang begitu mencintai Papua. Dedi Mulyadi menjadi bapak angkat anak-anak Papua.

Dedi Mulyadi cinta Papua karena keunikannya yang luar biasa. Tak cuma alamnya yang unik, tapi juga manusia dan kebudayaannya. Ini yang sering diabaikan oleh pemerintah pusat.

“Cuma yang sering jadi persoalan kita adalah selalu mengukur orang lain melalui kacamata kita. Kita mengukur orang yang tidak pakai baju dengan orang yang pakai baju. Mengukur orang yang bajunya seperti saya oleh orang yang pakai jas. Padahal ukuran bajunya belum tentu cocok untuk orang lain. Jadi kalau mau memahami Papua, jangan hanya soal keinginan mereka, tapi juga memahami pikiran mereka. Seringkali kita menilai orang bodoh hanya karena tidak sekolah. Padahal orang yang tidak sekolah belum tentu lebih bodoh ketimbang yang sekolah. Jadi marilah kita bangun kesetaraan,” ujar Dedi dalam Program Daerah Bicara KBR.

Orang jadi penasaran, kenapa Dedi begitu perhatian kepada rakyat Papua. Padahal dia sendiri punya rakyat yang harus ia perhatikan. Tapi menurut Dedi, apa yang ia lakukan juga penting untuk masyarakatnya di Purwakarta.

“Selama ini banyak pejabat yang studi banding ke Eropa tanpa tujuan jelas. Saya lebih senang mengikuti undangan mereka. Berdialog dengan mereka dan air mata saya bercucuran. Di situ saya menyampaikan “Hai Saudaraku di Papua, jangan pernah ingin berpisah dari Indonesia. Jangan pandang orang Indonesia di Jawa seperti pandangan anda. Saya orang Jawa Barat, pulaunya Pulau Jawa. Saya saudara anda. Jangan berpisah dengan kami. Karena kami bagian dari anda.’ Nah, itu kan membangun.”

Menurut Dedi, cara-cara seperti itu akan menumbuhkan rasa bahwa mereka ada yang memperhatikan. Akan tumbuh spirit dalam dirinya untuk hidup lebih layak.

Tokoh Papua Jeremias Salambaw begitu kagum mendengar penuturan Bupati Purwakarta itu.

“Saya sangat takjub, ada seorang kepala daerah dari Pulau Jawa, dari Purwakarta yang memiliki rasa kepedulian yang sangat tinggi terhadap aspek-aspek sosial budaya di Papua. Ini luar biasa bagi saya. Harapan saya, pejabat daerah di Papua harus punya rasa yang lebih dari Bupati Purwakarta.”

Jeremias setuju dengan pandangan Dedi Mulyadi bahwa pola-pola pendekatan lewat perhatian dan kepedulian yang akan membuat NKRI tetap utuh.

Pemerinta Pusat merangkul Papua dengan memberikan otonomi khusus agar daerah tersebut bisa cepat maju mengikuti daerah lain. Pemerintah Pusat berpendapat otonomi khusus merupakan cara agar Papua makin berdaya.

Deputi I Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemkopolhukam, Selaku Ketua Deks Papua Yudi  Suyastono mengatakan pembangunan Papua tertinggal ketimbang daerah lain karena provinsi paling timur yang semula bernama Irian Jaya itu, baru bergabung dengan Indonesia pada 1969. Sedangkan Indonesia sudah merdeka sejak 1945.

“Jadi ada gap kurang lebih ada seperempat abad. Berdasarkan latar belakang itulah, kita sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia bertanggung jawab untuk pemberdayaan Papua mencapai kesetaraan dengan daerah lain,” ujar Sutanto.

Karena itu Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus, baik untuk Pemerintah Papua maupun Papua Barat dengan membuat UU Otonomi Khusus.

Tokoh Papua Jeremias Salambaw tidak memungkiri setelah ada otonomi khusus, sudah semakin banyak perubahan yang lebih baik di Papua. Dana yang begitu besar digelontorkan ke Papua akan mampu mendongkrak pembangunan di Papua.

“Implementasi Otsus sangat membantu. Ini sesuatu yang luar biasa dan ini merupakan wujud perhatian NKRI bagi kami di daerah. Ini yang kami sangat memberikan apresiasi,” ujarnya.

Perubahan yang mulai kelihatan adalah pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan, kesehatan dan keberpihakan kepada orang Papua. Itu bisa mengejar kesenjangan dari daerah lain.

Dalam kacamata pemerintah pusat, otonomi khusus Papua merupakan jalan tengah terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kesiapan Mental sebelum Memutuskan Menikah

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Vaksinasi "Drive Thru" Pertama Indonesia