Wamnenkumham: Saya Sudah Menduga Lelang Jabatan Dirjen PAS Sepi Peminat

KBR68H, Jakarta - Lelang jabatan direktur jenderal pemasyarakatan yang digelar Kementerian Hukum dan HAM masih sepi peminat. Sejak dibuka pada Kamis, 5 September lalu, hingga kini baru tercatat tiga orang yang mengajukan diri.

BERITA

Rabu, 11 Sep 2013 10:42 WIB

Author

Doddy Rosadi

Wamnenkumham: Saya Sudah Menduga Lelang Jabatan Dirjen PAS Sepi Peminat

lelang jabatan, dirjen PAS, denny indrayana, sepi peminat


KBR68H, Jakarta - Lelang jabatan direktur jenderal pemasyarakatan yang digelar Kementerian Hukum dan HAM masih sepi peminat. Sejak dibuka pada Kamis, 5 September lalu, hingga kini baru tercatat tiga orang yang mengajukan diri. Kepala Bagian Informasi Kemenkumham Goncang Raharjo mengatakan tiga orang yang sudah mendaftar itu adalah anggota Komisi Kepolisian Nasional, Adrianus Meliala; pegawai Kementerian Hukum dan HAM; Yan Suharyono; dan anggota Dewan Ketahanan Nasional, Mohammad Ghazalie. Kenapa lelang jabatan Dirjen PAS sepi peminat? Simak perbincangan penyiar KBR68H Arin Swandari dan Rumondang Nainggolan dengan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dalam prrogram Sarapan Pagi

Sepertinya tidak begitu banyak orang tertarik atau karena kualifikasinya tinggi?

Dari awal saya menduga tidak banyak yang mendaftar.

Kenapa?


Tantangannya berat, kompensasinya kecil tidak banyak orang yang akan mendaftar untuk situasi semacam itu dan itu bagusnya. Biasanya yang banyak itu kalau ada job hunter, sedari awal saya meyakini posisi ini job hunter tidak akan mendaftar. Saya hari ini membayangkan kalau 10-15 orang insya Allah ada. Orang-orang yang mendaftar yang saya pahami orang-orang yang punya kualifikasi sangat bagus, jadi saya tetap optimis akan mendapatkan calon yang insya Allah cocok menduduki posisi ini.

Ini yang dibutuhkan seperti apa orang yang menempati jabatan ini?

Kalau dari sisi umum integritasnya yang terbaik, kapasitas kemampuan pemasyarakatannya yang terbaik. Ada delapan kriteria yang harus dimiliki siapapun calonnya pertama integritasnya tidak terbeli oleh apapun. Kedua, dia harus bisa bekerja di bawah tekanan yang sangat berat, dalam situasi tekanan yang sangat tinggi terutama seperti saat sekarang dimana situasi keamanan ketertiban sedang menjadi keseharian di lapas/rutan kami. Ketiga dia decision maker bukan thinker, cepat mengambil eksekusi-eksekusi. Keempat dia adalah risk taker bukan safety player, orang yang mengambil resiko dalam setiap keputusannya, bukan yang cari aman. Karena seperti sekarang misalnya menertibkan lapas, anti pungli, anti narkoba itu ada resiko keamanan misalnya napi bawa HP mesti diisolasikan maka satu blok teman-temannya mengancam akan bakar lapas kalau temannya diisolasi. Kelima dia adalah problem solver bukan trouble maker, dia ambil resiko tapi yang solutif, tidak menambah masalah dan itu tidak mudah. Keenam orang yang diterima di jajaran pemasyarakatan dan akseptabilitasnya tidak rendah. Karena bagaimanapun dari 43 ribu pegawai di Kementerian Hukum dan HAM itu 33 ribu adalah pegawai pemasyarakatan. Ketujuh dia harus kreatif, inovatif tidak konservatif karena anggarannya kurang, SDM kurang, saranan prasarana kurang. Maka kalau orang yang biasa-biasa saja normal, berpikirnya hanya inside the box maka dia tidak kreatif dan dia akan stuck dalam persoalan keterbatasan itu. Kedelapan dia sehat jasmani dan rohani, kalau ketujuh tadi ada tapi sakit-sakitan jadi tidak bisa bekerja.
 
Hari ini menyeleksi juga?

Ini hari terakhir pendaftaran dan biasanya di hari terakhir pendaftaran akan lebih banyak yang mendaftarkan diri.
 
Kalau hanya tiga orang saja yang mendaftar apakah ini akan tetap diseleksi atau diperpanjang?

Saya optimis orang-orang akan mendaftar. Karena beberapa saya tahu juga akan mengambil waktu terakhir ini untuk mendaftar, jadi yang saya tahu itu ada calon-calon dari internal jajaran pemasyarakatan, dari internal Kementerian Hukum dan HAM yang potensinya juga sangat baik. Bahkan ada dari penegak hukum yang saya tahu anti korupsi luar biasa.

Ini terbuka bagi siapa saja ya?

Terbuka bagi siapa saja. Tetapi syarat kepegawaiannya juga harus dipenuhi, karena menurut peraturan kita diisi oleh pegawai negeri sipil dengan golongan pangkat tertentu.

Untuk tesnya apa saja?

Ada lima tahap tes yang harus dilalui. Pertama adalah seleksi administrasi, setelah hari ini besok kami akan lihat siapa saja yang mendaftar dan bagaimana dia memenuhi syarat-syarat administasi. Kemudian kedua tes tertulis, tes tertulis itu besok akan diunggah ke situs Kementerian Hukum dan HAM bahwa mereka harus membuat satu makalah tentang pribadinya. Kemudian tes tertulis itu juga diikuti dengan membuat makalah di ruangan kelas, kalau pertama tadi tentang pribadinya bisa dibuat di rumah tapi kemudian tes tertulis kedua itu harus dibuat bersamaan di dalam kelas supaya meyakinkan dia buat sendiri dan supaya lebih fair. Ketiga setelah tes tertulis kita proses seleksinya  menggunakan konsultan independen yang akan mengetes psikologi calon-calon ini apakah risk taker, orang yang kreatif, bisa bekerja di bawah tekanan itu semua bisa diukur berdasarkan tes psikotes. Keempat adalah wawancara dengan panitia seleksi, setelah kami lihat hasil tes administrasi, tertulis, kepribadian, kami punya data yang lengkap maka kami adakan wawancara terbuka, silahkan kalau mau ikut melihat. Satu bahan yang juga akan disiapkan menjelang wawancara adalah rekam jejak, jadi akan ada tim yang turun ke rumahnya bertanya ke tetangganya, kerabatnya, rekan kerjanya, melihat pembayaran pajaknya semua data calon ini akan kita kumpulkan. Pada saat tes keempat wawancara dengan panitia seleksi maka itu akan kita jadikan bahan untuk ditanyakan dan sebelum wawancara ada tes kesehatan. Sebelum kami kirimkan ke presiden calon-calon terbaik akan ditemui dulu oleh Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin. Ada delapan orang pansel, tokoh-tokoh eksternal yang sangat kredibel ada Imam Prasodjo, Saldi Isra, dan lainnya. Dari internal Kementerian Hukum dan HAM sendiri saya yang pimpin tim pansel, sekjen, irjen.

Apakah ada indikasi bahwa pejabat karir di Direktorat Jenderal Pas ini ada yang tidak siap atau kebanyakan tidak siap menempati jabatan ini?

Kami tidak mendikotomikan orang dalam atau orang luar. Proses ini tidak memberikan prevelensi kepada satu di antara dua itu. Kalau ada perbedaan maka hanya siapa yang terbaik dan tidak terbaik, siapa yang berintegritas dan siapa yang tidak berintegritas. Dari mana dia apakah dari internal Kementerian Hukum dan HAM atau apa tidak jadi soal. Kalau dia adalah orang pemasyarakatan dan terbaik dia jadi dirjen, kalau dia dari luar tidak menguasai ya tidak jadi dirjen. Persoalannya bukan dari mana dia berasal tapi apakah dia menjadi orang yang peringkat satu dalam seleksi ini. Memang tentu saja ada pemikiran bahwa ini dari internal pemasyarakatan karena yang menguasai internal pemasyarakatan sendiri, itu satu pertimbangan dari segi tes. Nanti ada tes yang menilai penguasaan materi-materi pemasyarakatan dan tentu saja itu ada nilainya. Tetapi sekali lagi, ini lelang seleksi terbuka, siapapun yang nilainya terbaik yang akan menjadi calon pertama yang diajukan kepada presiden untuk menjadi Dirjen Pemasyarakatan. Kita sangat paham bahwa persoalan-persoalan di pemasyarakatan sekarang sangat menantang, maka kami tidak ingin mengambil resiko dengan melepaskan kesempatan mendapatkan orang terbaik salah satunya melalui proses seleksi yang kita jaga betul kualitasnya ini dengan pansel yang pernah memilih calon-calon di KPK. Terbukti memang pilihan-pilihan terbaik yang pernah dilakukan, kita lihat kinerja KPK juga mendapatkan dukungan apresiasi publik karena hasil seleksi yang sangat berkualitas. Kualitas yang sama yang ingin kami dapatkan dari hasil seleksi Dirjen Pas ini, karenanya kalau ada yang tidak setuju itu wajar mungkin ada yang berharap mereka dari internal saja. Sekarang karena ini dibuka tentu kompetisi lebih berat, lebih ketat, kemudian dari jajaran DPR kita anggap masukan kritik-kritik rekan politisi itu wajar saja. Tapi kami dalam mengambil keputusan ini tidak ada pemikiran lain selain mencari calon terbaik melalui proses dan kualitas seleksi yang terbaik.     

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17