Tika Bisono: Suka Dengar Curhat? Cocok Jadi Psikolog!

Sobat teen hobi banget mendengarkan curhat teman-teman?

Rabu, 04 Sep 2013 18:37 WIB

Author

Nurika Manan

Tika Bisono: Suka Dengar Curhat? Cocok Jadi Psikolog!

Tika Bisono, psikolog, curhat, profesi

Sobat teen hobi banget mendengarkan curhat teman-teman?  Hmmm siapa tahu sobat teen cocok jadi psikolog nih. Itu lho profesi seperti dokter yang menangani pasien namun masalah yang ditangani seorang psikolog lebih ke persoalan kejiwaan. Kesehatan buat raga, bukan fisik. Belum ngerti juga ya? Kalau begitu mending simak perbincangan Kak Nurika Manan dengan seorang psikolog kondang yaitu Kak Tika Bisono. Penasaran kan seperti apa menjadi psikolog, yuk kita simak Bincang Kita.


Profesi psikolog itu ngapain aja sih Kak?
Psikolog itu kan adalah pekerja yang menguasai atau menangani pola-pola prilaku manusia, pola sikap, pola hidup, pola mental, dan juga pola-pola intelektualitas. Jadi, ini mengurusi faktor kejiwaan kayak karakterk. Nah itu yang diurusi sama psikolog, kemudian motivasi, termasuk mengecek taraf intelegensi manusia. Kemudian profesi kepribadian, nah ini memang area psikologi seperti itu.


Asik enggak sih Kak jadi psikolog?
Ya, karena saya suka banget pastinya asik karena jadi kenal banyak orang.  Kita juga jadi enggak pernah takut sama orang, karena kita kenal diri kita sendiri dan kenal orang lain. Tentunya, kita juga lebih yakin dengan jati diri kita dalam perspektif kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri. Dan kita juga dalam menghadapi kekurangan kita sendiri baik-baik aja, ngadepin kelebihan kita juga rendah hati, waktu ngadepin kekurangan kita juga enggak parno. Jadi, manusia yang sehat adalah manusia yang sangat menyadari faktor kelebihan dia juga faktor kelemahannya dia.


Ada enggak sih kesulitan menjadi seorang psikolog?
Psikolog itu kan juga menghadapi pasien atau klien gitu, nah itu yang harus kita atur dengan bagaimana kita mengatur dengan pekerjaan yang lain juga. Dan sebenarnya tantangan lain itu kalau kita terlalu dalam menyelami permasalahan klien, sampai kadang-kadang kita bisa terlibat secara pribadi dengan klien. Nah, itu yang harus kita hindari. Kalau kita sudah terlibat secara mendalam, ya bisa-bisa kita enggak akan objektif lagi.


Untuk menjadi psikolog itu harus sekolah tinggi enggak sih Kak, misalnya harus ambil sekolah S1 dan S2 gitu?
Yang pasti sih orang ini harus senang dulu melayani. Mungkin dari SMP dia senang dengerin temannya curhat atau senang nolong, nah hal-hal seperti ini yang harus ada dulu. Pokoknya yang urusannya jasa dia harus suka melayani dulu, kalau enggak suka melayani jangan ambil profesi ini karena nanti enggak akan berhasil dengan baik. Lalu bisa ambil jenjang pendidikan S1 fakultas psikolog. Kemudian nanti ambil profesinya untuk jenjang S2 nya. Kalau masih S1 belum jadi psikolog, karena kalau cuma sarjana psikolog itu enggak boleh menangani konseling dulu, karena itu harus ada sertifikasinya sebagai psikolog.


Apa pesan Kak Tika untuk sobat teen yang ingin jadi psikolog?
Untuk para sobat teen yang ingin jadi psikolog kalau belajar sekarang usahakan jangan banyak angka merahnya. Terus, banyak ikut kegiatan sosial supaya bisa banyak kenal dengan masyarakat. Jadi, belajarnya memang sejak usia dini untuk melatih empati dan melatih nurani kita untuk memahami manusia itu kan memang lewat banyak kegiatan.

Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

KPK Serukan Penerapan Sertifikasi Sistem Manajemen Antisuap