Perlu Biaya Besar untuk Memindahkan Ibu Kota

KBR68H, Jakarta - Wacana untuk memindahkan Ibu Kota Negara sudah lama didengungkan. Terakhir saat Jakarta mengalami banjir besar di 2008 dan 2012.

BERITA

Kamis, 12 Sep 2013 13:33 WIB

Author

Yudi Rahman

Perlu Biaya Besar untuk Memindahkan Ibu Kota

pemindahan, ibu kota, biaya besar, jakarta

KBR68H, Jakarta - Wacana untuk memindahkan Ibu Kota Negara sudah lama didengungkan. Terakhir saat Jakarta mengalami banjir besar di 2008 dan 2012. Namun ketika banjir surut, perbincangan memindahkan ibukota menjadi hanya cerita lama. Nah, baru-baru ini perpindahan Ibu Kota Negara didengungkan kembali oleh Presiden SBY. Setelah mengunjungi Khazakhtan, SBY langsung punya inspirasi memulai rencana perpindahan ibu kota. Bahkan SBY mengklaim sudah membentuk tim kecil, meski pun dia masih merahasiakan keberadaan tim kecil itu.

Namun yang menjadi pertanyaan, semendesak apa sehingga Ibukota Indonesia harus dipindahkan dari Jakarta? Di mana tempat yang pantas jadi Ibukota Negara? Dalam perbincangan di program khusus Bumi Kita di KBR68H, tercetus banyak pertentangan soal wacana tersebut. Dialog yang dipandu oleh Arin Swandar dan Damar Fery Adriyan ini menghadirkan dua narasumber yaitu Elisa Sutanudjaja, Direktur Rujak Centre dan pengamat Tata Kota serta Direktur Eksekutif Walhi Nasional Abetnego Tarigan.

Elisa Sutanudjaja Direktur Rujak Centre dan pengamat Tata Kota menilai wacana pemindahan Ibu Kota Jakarta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kata dia, pemindahan ibu kota memerlukan biaya besar, “ Kalau kita menarik ke belakang dan berkaca dari negara-negara yang memindahkan ibu kotanya, mereka memerlukan waktu yang lama. Selain itu, negara-negara yang sudah memindahkan ibu kota merupakan negara yang otoriter dan anti demokrasi” jelas Elisa soal resiko pemindahan ibu kota.

Sementara itu menurut Abetnego Tarigan, wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta dipertanyakan. Kata Abetnego apa yang terjadi di Jakarta sekarang ini merupakan dampak dari tata ruang dan lingkungan kota yang salah saat dibangun oleh pemerintahan orde baru. Kepindahan ibu kota ini membicarakan banyak kepentingan, “Dulu mereka berpikiran kalau mau maju atau bisnis mau maju harus dekat dengan kekuasaan. Terkait dengan isu lingkungan, Walhi sudah menerima begitu banyak keluhan yang terjadi di Jakarta dari segi lingkungan hidup. Kemudian juga, soal pemindahan ini seperti jalan pilihan ketika pemerintah dan masyarakat tidak bisa menyelesaikan masalah yang terjadi di ibu kota,” ujar  Tarigan.

“Untuk kategori ibu kota yang akan dipindahkan pun belum terlihat jelas. Apakah pemerintah ingin membentuk kota baru yang lengkap seperti di Jakarta atau hanya memindahkan kantor-kantor pemerintahan ke wilayah yang baru.” Lanjutnya.

“Ini semua harus diluruskan jenis ibu kota yang harus dipindah, apakah pusat pemerintahan, pusat bisnis dan ekonomi. Ini perlu penjelasan. Kalau kita melihat kawasan dan daerah pemekaran baru mereka sudah memiliki kompleks pemerintahan yang sudah terintegrasi. Secara lingkungan ibu kota sekarang ini banyak keluhan dan memiliki berbagai persoalan lingkungan di Jakarta,” ucapnya.

Elisa Sutanudjaja dan Tarigan menilai wacana pemindahan ibu kota harus dilakukan secara perlahan. Seperti di negara Korea Selatan dan Malaysia yang membuat pusat pemerintah terintegrasi dalam satu kawasan pemerintah. Kata dia, untuk Indonesia sendiri, wacana pemindahan ibu kota ini mengalami pasang surut dan kurang mendapatkan reaksi masyarakat, “Saya rasa akan lebih bijaksana pemindahan itu dilakukan secara perlahan-lahan seperti di Korea Selatan. Mereka mengumpulkan kementerian dan lembaga di satu daerah pusat pemerintahan, ini memudahkan koordinasi, mereka di tempatkan dalam satu komplek yang sama” jelas Ellisa.

Jakarta memiliki masalah sendiri sebagai Ibu kota negara dan ibu kota pemerintahan. Tak banyak ibu kota di Asia yang seperti Jakarta, kemacetan terjadi merata dan kondisi tranportasi yang buruk. Menurut Abetnego Tarigan, Jakarta harus mengurangi tekanan penduduk Jakarta yang berdampak ke lingkungan, “Kayak sekarang kita sangat boros dengan energi, untuk pertemuan saja konsumsi energi yang dikeluarkan cukup banyak. Belum lagi kantor lembaga kementerian yang tersebar dan membuat kondisi Jakarta tidak membuat masyarakat efisien,” ujarnya.

Abetnego menambahkan, rencana yang besar untuk memindahkan ibu kota Jakarta janganlah melanggar persoalan-persoalan yang berkaitan dengan lingkungan. Kepindahan ibu kota harus menyelesaikan masalah prioritas persoalan Jakarta serta kepentingan masyarakat luas.

Editor: Doddy Rosadi

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18