Main Games Bisa Mengantarmu ke Rumah Sakit Jiwa

Selasa, 24 Sep 2013 17:54 WIB

Author

Bambang Hari

Main Games Bisa Mengantarmu ke Rumah Sakit Jiwa

Video Games, sehat, negatif, kesehatan jiwa

Sobat teen hobi main game online, game di playstation, atau sejenisnya? Nah, kalau sudah hobi, hati-hati lho bisa kecanduan bermain games! Jangan anggap enteng permainan ketangkasan seperti games online atau daring di internet. Jika sudah kecanduan, akibatnya fatal bahkan bisa sampai gangguan jiwa! Iiihhh serem kan! Kok bisa yah? Kak Bambang Hari menemui salah satu teman kita nih Sobat Teen yang tergila-gila dengan game online hingga sempat dirawat di salah satu rumah sakit jiwa Jakarta. Yuk kita simak Cerita Kita.

Suatu siang, Kak Bambang menyambangi salah satu tempat penyewaan permainan game online di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Saat melongok ke dalam, huiiiih ruangan yang berukuran 8 kali 6 meter itu betul-betul dipenuhi anak muda. Salah satunya Raka yang mengaku bisa menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk bermain game.

"Dulu mah sering (nginep-red). Sekarang mah udah jarang, bosen soalnya. Dulu main game dari jam 9 malam sampai jam 7 pagi. Main aja di situ terus," cerita Raka.

Tahu enggak, sobat teen gara-gara maniak main games di Warnet, Raka yang berusia 18 tahun itu sampe berantem lho sama orangtuanya. Ortu Raka marah lantaran aktivitas belajar Raka ikut terganggu akibat games. Belum lagi, kantong jadi terkuras, karena satu kali bermain bisa mencapai Rp 35 ribu.

Lebih menyedihkannya lagi, teman kita sampai ada yang harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa lho, sobat teen. Itu semua akibat kecanduan main game online.

Seorang ibu bercerita anaknya menjadi korban game online. Sebut saja, sang anak DN.
Ibu DN bercerita hasil pemeriksaan medis anaknya mengalami gangguan jiwa ringan yang dipicu akibat permainan game di internet. "Saat itu perilakunya berubah. Misalnya kalau makan itu di luar kebiasaan. Kalau makan itu satu piring penuh itu tidak sampai lima menit sudah habis. Minum pun juga begitu. Minum lima gelas langsung diminum sampai habis. Itu membuat saya khawatir dan bertanya-tanya. Kenapa sih?" cerita ibu itu.

Sang bunda mengaku selain tingkah laku anaknya berubah, aktivitas sekolahnya pun ikut terganggu. DN bisa menghabiskan waktu sampai 16 jam sehari di depan layar komputer! "Jadi waktu tidurnya hanya sebentar. Waktunya sebagian besar dihabiskan untuk bermain game. Sehari bisa 16 jam," kata ibu DN yang bersedih.

Kata Dokter Spesialis Kejiwaan Anak, Suzy Yusna Dewi, ada peningkatan pada pasien anak atau remaja yang mengidap gangguan jiwa akibat kecanduan main game. Tahun lalu aja nih, di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerjan sudah menangani empat pasien. "Jadi kasusnya sangat berbeda-beda. Dari yang hanya prestasinya menurun di sekolah. Terus dari hukuman yang diberikan dari sekolah. Misalnya jam 12 malam dia keluar untuk main game, kemudian baru kembali ke rumah jam 4 subuh, sehingga waktu pergi ke sekolah terlambat. Tidur sebentar, pergi ke sekolah terlambat. Sampai yang hanya agresifitasnya berubah. Kemudian bermusuhan dengan orangtuanya. Menarik diri dari sekolah dan teman-temannya. Jadi dari yang ringan sampai yang berat," kata dokter Suzy.
Dokter menganjurkan tak sungkan segera berobat bila anak sudah menunjukkan gejala kecanduan games.

"Misalnya sudah ada gejala awal kecanduan game. Buru-buru dibawa berobat. Jadi kita bisa melakukan penanganan lebih dini. (Ketika dibawa ke sini, apa yang akan dilakukan terhadap si anak?) Sebetulnya pola pemeriksaannya lebih ditekankan pada konsultasi ya. Mencoba mencari tahu permasalahannya apa. Karena ada juga anak yang kecanduan game disebabkan oleh gangguan proses berfikir. Jadi sudah ada gangguan jiwa lain. Ada juga yang mengalami depresi. Jadi untuk mengilangkan depresinya, untuk menghilangkan gelisahnya itu dengan bermain game,"  tambah dokter Suzy.

Nah, Sobat Teen, sudah tahu kan bahaya keasyikan main game? Bermain game sih boleh saja, asal enggak sampai mengganggu kegiatan belajar kita serta interaksi dengan lingkungan sekitar kita.

Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Modus Baru, JAD Gunakan Racun untuk Aksi Teror

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Waspada Beragam Modus Perdagangan Orang