Kiat Pemerintah Mengurangi Praktik Kecurangan dalam Penerimaan CPNS

KBR68H, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bakal menerapkan metode pengisian soal ujian saringan masuk CPNS melalui sistem komputerisasi (computer assisted test).

BERITA

Selasa, 03 Sep 2013 10:43 WIB

Author

Doddy Rosadi

Kiat Pemerintah Mengurangi Praktik Kecurangan dalam Penerimaan CPNS

rekrutmen CPNS, tes online, kecurangan

KBR68H, Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi bakal menerapkan metode pengisian soal ujian saringan masuk CPNS melalui sistem komputerisasi (computer assisted test). Ujian melalui sistem komputer ini akan berlangsung pada akhir September hingga awal November tahun ini. Namun, sistem online ini belum bisa diterapkan di semua daerah. Bisakah sistem onlline ini meminimalisir praktik kecurangan dalam penerimaan CPNS? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Rumondang Nainggolan dengan Deputi Tata Laksana Kemenpan dan RB, Deddy S Bratakusumah dalam program Sarapan Pagi

Berapa persen anda yakin bahwa proses pendaftaran CPNS dengan sistem online ini minus kecurangan?

Kalau dari sisi kita harusnya 100 persen.

Caranya bagaimana?

Kita dari awal melakukan secara transparan. Artinya mulai dari pengusulan dari daerah dan kementerian/lembaga berapa CPNS yang diperlukan tahun ini dan semua dilakukan terbuka, bisa dilihat di website kami. Kalau dulu diserahkan pada kementerian/lembaga masing-masing untuk mengumumkannya, sekarang kami umumkan. Sebagai contoh Kementerian PU itu yang begitu besar kita hanya memberikan alokasi 200 orang. Karena menurut hitungan kami mereka bukan membutuhkan calon baru tetapi mereka cukup merelokasi atau meredistribusi pegawainya.

Kalau disebut sistem online apakah semua daerah di  Indonesia bisa menggunakan sistem online ini?
 
Kita memakai berbagai cara antara lain online itu adalah supaya realtime data. Tetapi dengan memakai pengumuman dan sebagainya itu juga kita lakukan. Artinya kementerian/lembaga daerah itu juga diharuskan mengumumkan kuota dari KemenPAN-RB.


Kalau ujiannya apakah nanti juga sistem online atau tertulis? 


Kalau ujiannya kami katakan sebagai sistem CAT (Computer Assisted Test). Jadi tes yang dilakukan melalui komputer, jadi nanti CPNS tersebut melakukan tesnya tidak seperti dulu kita tempatkan di Gelora Bung Karno ramai-ramai mengisi lembar jawaban. Tapi sekarang mereka datang ke lokasi-lokasi di sana ada ruangan, di dalam ada komputer yang setiap orang mendapat komputer dan nanti dia mengisi di situ. Begitu selesai hasil yang dia lakukan akan keluar langsung di situ.

Hari itu juga bisa diketahui lolos atau tidak?

Iya lolos tes saat itu. Jadi tesnya nanti pada dasarnya ada tiga tahap, pertama pengetahuan dasar atau pengetahuan umum mengenai kepemerintahan. Kedua kemampuan khusus, misalnya kementerian/lembaga memerlukan ahli teknik sipil, kemudian ketiga diperlukan juga wawancara.

Ada berapa daerah yang siap menggunakan CAT ini?

Pada dasarnya untuk instansi pusat hampir semuanya bisa. Kalau pun di lokasi belum ada maka dilakukan di kantor BKN (Badan Kepegawaian Negara). Sementara daerah terus terang hampir belum ada, jadi nanti akan ditampung di kantor regional BKN.
Kalau yang tidak menggunakan CAT ini adalah perjokian, percaloan, suap, dan sebagainya. Bagaimana menghindarinya?
Karena belum semuanya juga akan memakai LJK (Lembar Jawaban Komputer). Mengenai perjokian ini kita dari awal sudah bekerjasama melakukan MoU dengan kemitraan, dengan ICW, kepolisian tentu tugas mereka melakukan pencegahan yang bersifat pidana. Jadi dengan sistem yang sudah kita siapkan ini diharapkan joki tidak terjadi.
 
Optimistis ya?

Ya kita harus optimis dan harus berubah. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Cukai Untuk Si Manis

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12