Kepulauan Seribu Harus Bangun Pelabuhan untuk Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

KBR68H, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk menjadikan daerah di Ibu Kota khusus bagi industri di sektor jasa serta perdagangan.

BERITA

Jumat, 06 Sep 2013 11:38 WIB

Author

Doddy Rosadi

Kepulauan Seribu Harus Bangun Pelabuhan untuk Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

kawasan ekonomi khusus, kepulauan seribu, dki jakarta

KBR68H, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menegaskan komitmennya untuk menjadikan daerah di Ibu Kota khusus bagi industri di sektor jasa serta perdagangan. Pabrik, kata dia, lebih pas berada di luar Jakarta. Soal kebijakan tersebut yang akan mengakibatkan pengangguran meningkat, Jokowi menampiknya. Menurutnya, pekerja di industri padat karya kebanyakan berasal dari luar Jakarta. Oleh sebab itu, kebijakan itu justru dianggap tak masalah. Benarkah pendapat Jokowi itu? Simak perbincangan penyiar KBR68H Sutami dan Rumondang Nainggolan dengan Deputi bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Jakarta, Azhar Lubis dalam program Sarapan Pagi.

Berapa banyak pabrik-pabrik yang ada di Jakarta?

DKI Jakarta ini salah satu pusat investasi Indonesia. Kalau kita lihat data untuk tahun 2013 saja PMD ada 81 proyek, PMA ada seratus lebih.

Itu satu proyek satu pabrik?

Iya. Kita bicara realisasi proyek pembangunan baru ya, ini cukup besar. Memang di Jakarta ini properti ini cukup besar tapi banyak juga sektor-sektor industri.

Kalau Jakarta menjadi daya tarik untuk bisnis, sedangkan rencana Pemprov DKI Jakarta memindahkan pabrik keluar Jakarta ke Kepulauan Seribu. Apakah itu juga akan menyulitkan BKPM untuk menggaet investor?

Kalau kita lihat sebetulnya Jakarta ini bukan lokasi pertama lagi dilihat orang. Jakarta ini kalau PMDN yang kelima, pertama itu Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara baru DKI Jakarta. Kalau untuk PMA itu Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta.

Kenapa?

Memang Jakarta satu lokasi susah. Kalau orang butuh tanah 20 hektar dimana carinya, makanya sekarang bangun seperti apartemen, ke atas. Memang itu sebetulnya mekanisme pasar, apalagi sekarang industrinya itu industri yang berorientasi pengolahan bahan baku, tidak mungkin mereka di sini.
 
Yang sudah ada itu bakal digeser keluar Jakarta ini bagaimana?
 
Tolong kita mengartikan digeser ini tidak seperti menggeser mobil. Pabrik sudah ada tentunya ada izinnya, kemudian berlaku yang mungkin sudah habis HGB-nya tidak diperpanjang lagi. Jadi kalau yang sekarang dipindahkan atas biaya siapa? kan tidak memindahkan seperti mobil, kalau pabrik itu bangunan menancap di situ. Mungkin tidak akan diizinkan lagi yang baru, yang lama ini kalau sudah habis izinnya tidak diperpanjang lagi. Jadi membacanya seperti itu, sebenarnya kota-kota besar di dunia memang pabrik-pabrik pasti keluar karena jadi kota perdagangan, jasa, pendidikan.

Jadi menurut anda langkah seperti itu lebih realistis daripada memindahkan pabrik saat ini ya?

Makanya kalau relokasi itu tidak mungkin apalagi sekarang adalah saat ekonomi tidak menentu. Ini banyak konsekuensinya, kalau saya membacanya adalah tidak ada lagi izin baru dikeluarkan di DKI Jakarta untuk pabrik. Sebetulnya sekarang trennya begitu, industri padat modal itu tidak ada di Jakarta lagi. 

Berarti sejak beberapa tahun terakhir investasi yang masuk ke Jakarta apa?

Kebanyakan perhotelan. Tetap ada industri tapi yang tidak membutuhkan lahan luas dan tenaga kerja yang banyak, misalnya industri elektronik, spare part, penunjang otomatif.
 
Kalau industri perakitan?

Kalau perakitan kebanyakan di Bekasi dan Tangerang.
 
Kalau yang elektronik ini bentuknya apa?

Pembuatan spare part, komponennya.

Model pabrik seperti itu butuh lahan berapa?

Itu sebetulnya tidak banyak mungkin ada yang hanya 5.000 meter.
 
Rencana Pemprov DKI Jakarta menargetkan Kepulauan Seribu menjadi kawasan ekonomi khusus. Dari BKPM sendiri melihat apakah Kepulauan Seribu lokasi yang strategis yang bisa menarik minat investor?

Menarik juga melihat ide itu. Tentunya pertama itu lahannya harus jelas dulu kemudian infrastruktur. Kalau Kepulauan Seribu berarti harus dibuat pelabuhan untuk mendatangkan mesin-mesin, barang-barang produksi. 

Jadi semua infrastruktur jadi dulu baru kemudian dipindah ke sana?

Sebetulnya bisa berbarengan. Jadi kalau pengusaha itu sudah ada lahan, pemerintah membangun infrastruktur pelabuhan, jalan. Mereka membangun butuh waktu satu dua tahun, jadi bisa paralel. Tapi yang jelas adalah kebutuhan lahannya apakah sudah ada. Saya tidak tahu berapa ratus hektar yang tersedia, apakah satu pulau dibuat saya tidak tahu juga.   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Filipina Memperingatkan Warga Siaga Karena Gunung Taal Berpotensi Meletus Lagi