covid-19

Bis Sekolah yang Kutunggu...Masih Sesak!

Angkutan umum yang nyaman, nyaman dan murah masih susah dicari. Itu sebab banyak sobat teen yang nekad nyetir sendiri .

Selasa, 24 Sep 2013 19:01 WIB

Bis Sekolah yang Kutunggu...Masih Sesak!

bis sekolah, transportasi, kendaraan umum, anak sekolah, pendidikan

Angkutan umum yang nyaman, nyaman dan murah masih susah dicari. Itu sebab banyak sobat teen yang nekad nyetir sendiri meski belum punya SIM. Atau, orangtua bela-belain antar-jemput meski jadi bikin macet. Nah, pemerintah Kota Jakarta mencoba memecahkan masalah ini dengan menyediakan 48 bis sekolah gratis buat pelajar ibu kota. Kak Evilin Falanta menjajal bis sekolah dan sekaligus mengumpulkan pendapat pelajar Jakarta soal bis kuning ini.  Selamat menikmati Cerita Kita!


Duh, padat dan berdesak-desakan! Itu kondisi angkutan bus sekolah yang saya naiki pagi itu, Sobat Teen. Sekitar pukul 05.00 pagi bus sekolah sudah mulai beroperasi mengangkut para pelajar. Hari itu, Kak Evilin Falanta naik dari kawasan Penggilingan, Jakarta Timur. Wah, rupanya pukul 06.30 bus sekolah sudah penuh dengan para pelajar yang akan berangkat sekolah.


”Sobat teen, ini suasana didalam Bus Sekolah. Kondisi Air Conditionernya (AC )sih enggak nyala ya, gantungannya sudah banyak yang copot. Kalau dari segi bangku sih masih bagus, kemudian pintu bus-nya dibuka ya mungkin karena penuh banget di jam-jam anak-anak berangkat sekolah di jam setengah enam sampai jam enam pagi,” cerita Kak Evilin Falanta.


Sobat teen, apa kata para pelajar Jakarta soal bus sekolah yang disediakan pemerintah daerah ini?


“(Kamu tahu darimana operasional bus sekolah ini?)  Tahu dari temen. Temen kan bilang naik bus sekolah aja. (Manfaat apa yang Cindy rasain sih menggunakan bus sekolah?) Lebih terjaga daripada naik metromini. (Terus ada enggak kekurangan yang kamu rasakan naik bus sekolah?) Iya ada, itu penuh banget juga,” kata Cindy dari di SMK Dinamika Pembangunan Jakarta. Dia selalu naik bus sekolah dari Pulogadung pukul 06.00, sampai ke lokasi sekolahnya di kawasan Penggilingan, Jakarta Timur. Cindy rela berdesakan naik bus sekolah ketimbang menggunakan metromini buat menghemat ongkos dan ingin lebih cepat sampai. 


Tapi kalau Ivan, pelajar di SMA Ristek Kikin, Penggilingan, Jakarta Timur memilih naik bus sekolah saat berangkat saja.
“(Ivan udah berapa lama menggunakan bus sekolah?) ya, udah lama sekitar setahun. (Kamu tahu opersional bus sekolah darimana sih?) semenjak saya sekolah aja sih, kan sering lewat. (Emang sebelum menggunakan bus sekolah kamu naik apa?) naik metromini. (Terus apa manfaat yang kamu rasain naik bus sekolah?) hmmm irit ongkos, terus  cepat, dan enggak perlu ngetem lagi kayak metromini. (Kalau dari segi kekurangannya ada enggak yang kamu rasain?) ada ya supaya diperbanyak lagi tuh bus sekolah biar jadi pada enggak nunggu lagi. (Emang kalau kamu nunggu bus sekolah berapa lama sih?) ya, cukup lama sih, kan bus-nya Cuma sedikit di daerah sini. (Terus kalau pulang sekolah kamu pakai bus sekolah lagi?) enggak , solanya udah penuh mulu. Jadi naik metromini,” cerita Ivan sama Kak Evilin Falanta.
Sobat teen, armada yang masih minim seperti yang dikeluhkan teman-teman kita tadi memang membuat bus sekolah jadi penuh sesak. Ini pun diakui oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Pak Basuki Tjahaja Purnama. “Jumlah Bus emang kurang dan semua orang emang mengeluh, ya pokoknya kurang sekali. Makanya, kita mau tambah,” kata Pak Basuki. 


Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki 48 armada bus sekolah. Sebanyak 44 bus di antaranya beroperasi secara rutin, sedangkan empat bus lainnya merupakan bus cadangan. Teman kita Cindy berharap pemerintah bisa menambah bus sekolah di setiap wilayah DKI Jakarta. Ya, lebih dibanyakin aja bus sekolahnya ke semua jurusan,” ujar Cindy.


Nah, rupanya permintaan para pelajar ini sudah didengar oleh Pemda DKI Jakarta. Kata Pak Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama, tahun depan Pemda DKI Jakarta bakal menambah jumlah armada bus sekolah. Para pelajar nantinya juga bisa naik angkutan umum seperti Transjakarta secara gratis loh! Wah, asiiik. “Kita mau pakai e-katalog untuk beli. Jadi, kita mau masuk ke e-katalog dulu. Ya, pokoknya kita mau tambahin yang umum dulu deh, nanti kalau yang umum datang baru deh bareng. (Kira-kira berapa unit yang ditambah?) hmmm, tahun depanlah mungkin baru bisa terealisasi. (Apa rencana tambah koridor juga enggak?) Sebetulnya enggak pakai koridor, jaman saya sekolah dulu juga naik bus umum, ya malahan kita mau buat bus-bus gratis nanti dibeberapa koridor,” jelas Pak Ahok. 


Semoga saja ya, omongan Pak Ahok benar-benar bisa diwujudkan, jadi sobat teen enggak perlu desak-desakan lagi deh ke sekolah. Kami tunggu ya, Pak janjimu!

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7