Anak-anak Juga Bisa Jadi Pembela HAM

HAM, Hak Azasi Manusia! Eh pasti banyak yang merasa, ini urusan orang dewasa deh, bukan anak-anak. Padahal enggak begitu loh.

Rabu, 11 Sep 2013 15:04 WIB

Anak-anak Juga Bisa Jadi Pembela HAM

Kontras, Hariz Azhar, pembela HAM, Anak-anak, Malala

HAM, Hak Azasi Manusia! Eh pasti banyak yang merasa, ini urusan orang dewasa deh, bukan anak-anak. Padahal enggak begitu loh. Anak-anak juga mesti peduli soal Hak Azasi Manusia. Bahkan anak-anak bisa jadi pejuang HAM. Kayak Malala Youzafzai di Pakistan misalnya. Nah tapi kok, berat banget yah? Caranya bagaimana? Kita dengarkan yuk penjelasan Kak Haris Azhar,  Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KONTRAS). Simak Bincang Kita bersama Kak Evilyn Falanta.


Apa  sih yang mendorong kak Haris mau membela HAM orang lain?
Hak asasi itu penting, hak asasi itu menegaskan manusia itu perlu loh dihormati hidupnya. Manusia itu perlu mendapatkan makanan yang cukup, manusia itu perlu mendapatkan rumah yang layak. Oleh karenanya, kita harus saling membela. Karena begitu banyak problem hak asasi jadi perlu kita saling bergandeng tangan, saling perhatian. Kalau misalnya, negara yang harusnya memberikan jaminan-jaminan hak asasi itu tidak memberikan janjinya, maka kita harus membantu mengingatkan secara bersama-sama. Semuanya, baik itu anak-anak, anak muda, laki, perempuan, orang tua maupun tetangga.


Ada enggak sih Kak pembela HAM anak-anak?
Banyak kok. Misalnya, aja Malala (Malala Yousafzai, aktivis anak) tokoh HAM dari Pakistan tuh menuntut bahwa dia boleh belajar karena di negaranya perempuan tidak boleh belajar. Nah, dia menuntut itu, sampai akhirnya mendunia hingga hari ini. Lalu ada banyak juga ceritanya bahwa anak-anak itu menolak perang, karena perang membuat anak-anak tidak bisa sekolah. Jadi, ini menurut saya anak-anak juga bisa banyak menuntut pendidikan seperti mendapat buku yang murah, buku yang gratis, sekolah yang layak, jam sekolah yang manusiawi, lalu tontonan-tontonan di televisi yang baik dan edukatif. Itu yang menurut saya ranah-ranah tempat anak-anak bisa terlibat dengan menyampaikan ke orang tuanya, bisa disampaikan ke gurunya, bisa disampaikan ke kakak-kakak, dan orang lain.


Bagaimana caranya supaya anak-anak juga bisa membantu membela HAM di lingkungan sekitar mereka?
Coba deh lewat identifikasi masalah disekitar kamu. Kalau kamu sudah mendapatkan masalahnya apa, maka coba diskusikan dengan teman yang kamu anggap bisa diajak diskusi. Lalu sampaikan kepada orang tua atau kepada guru dengan cara yang baik. Bagaimana caranya bersama-sama merubah situasi yang tidak diinginkan itu. Saya pikir bisa sebatas itu dulu.


Kalau Sobat Teen juga mau seperti Kak Haris menjadi pembela HAM, apa sih yang pertama harus dilakukan?
Lakukanlah hal yang baik, karena dengan melakukan hal yang baik itu akan menjadikan diri kita lebih sensitif  terhadap masalah dan mejadikan kita yang mau menolong orang lain, itu saja. Jadi, membiasakan diri untuk melihat kepekaan disekitar kita dan mau menolong.


Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Meningkat Netizen Pakai Petisi di Platform Digital