covid-19

PPKM, Anies: Pembatasan Mobilitas Efektif Turunkan Kasus Covid-19

"Kalau kasus baru turun artinya penularan dalam dua minggu terakhir menurun sekali."

BERITA

Senin, 02 Agus 2021 09:23 WIB

PPKM, Anies: Pembatasan Mobilitas Efektif Turunkan Kasus Covid-19

Gubernur Anies Baswedan tinjau salah satu Harimau Sumatra yang terpapar COVID-19 di Ragunan, Jakarta, Minggu (1/8/2021).(Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta-  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pembatasan mobilitas selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) efektif menurunkan kasus aktif Covid-19. Jakarta merupakan salah satu daerah yang menerapkan PPKM Level 4.

Menurut Anies, pembatasan mobilitas itu berdampak baik pada menurunnya penularan.

"Angkanya terlihat itu. Kasus baru turun. Kalau kasus baru turun artinya penularan dalam dua minggu terakhir menurun sekali. Tanggal 16 Juli, di Jakarta ada 113 ribu kasus (aktif). Hari ini akhir Juli, dua minggu kemudian, 17 ribu (kasus aktif). Bayangkan, turun 100 ribu kasus aktif. Ini bukti konkret bahwa pembatasan mobilitas yang dikerjakan kemarin efektif," kata Anies di Mapolda Metro Jaya, Minggu (1/8/2021).

Gubernur Jakarta Anies Baswedan mendorong pembatasan mobilitas masyarakat di daerahnya terus dilakukan. Setidaknya kata dia, hingga positivity rate atau rasio positif di Ibu Kota sudah di bawah 5 persen. Saat ini, Anies mengklaim rasio positif di kisaran 15 persen.

"InsyaAllah kalau ini bisa di bawah 5 persen, kita bisa masuk zona aman," ujarnya.

Anies berujar, tengah menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat mengenai pembukaan sektor jika PPKM yang berakhir Senin (2/8) diperpanjang.

"Jadi kita nanti akan melaksanakan ketika sudah ada status PPKM level apa, 4 atau 3. Karena dari situ nanti ada sektor-sektor apa saja yang bisa dimulai dan cara melaksanakan," katanya.  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Semai Toleransi ala Anak Muda Bandung