Rusuh Deiyai Papua, Kapolda: 3 Tewas, 10 Senjata Aparat Dirampas

"Setelah merampas senjata, mereka melakukan penembakan ke arah anggota TNI/Polri,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 29 Agus 2019 08:18 WIB

Author

Arjuna Pademme

Rusuh Deiyai Papua, Kapolda: 3 Tewas, 10 Senjata Aparat  Dirampas

Ilustrasi: Aksi demo mahasiswa Papua di depan Mabes TNI AD, Rabu (28/08). (Foto: KBR/Wahyu S.)

KBR, Jayapura- Aksi demonstrasi ribuan warga Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua berakhir rusuh pada Rabu (28/8/2019).
Saat kerusahan pecah dalam demonstrasi yang digelar di halaman Kantor Bupati Deiyai tersebut, seorang anggota TNI Angkatan Darat bernama Serda Erikson dan dua warga sipil tewas. Serda Erikson mengalami luka sabetan parang dan luka tusuk anak panah pada bagian kepala.

Kepala Kepolisian Daerah atau Kapolda Papua, Rudolf Alberth Rodja mengatakan, setidaknya sebanyak 10 senjata api milik aparat keamanan yang mengamankan demonstrasi, juga dirampas massa.

"Setelah merampas senjata, mereka melakukan penembakan ke arah anggota TNI/Polri," kata Rudolf Alberth Rodja, Rabu petang (28/8/2019).

Menurut Kapolda Papua, karena ditembaki, aparat keamanan di lokasi demonstran membalas tembakan.

Katanya, demonstrasi antirasisme awalnya hanya dilakukan sekitar 100 orang. Ratusan demonstran itu berorasi di halaman kantor Bupati Deiyai dengan damai.

Namun massa dengan jumlah lebih besar, sekitar 1000 orang datang bergabung ke lokasi demonstrasi. Tak lama setelahnya, terjadi penyerangan terhadap anggota TNI/Polri yang berada di lokasi.

Pascakejadian tersebut situasi di Kabupaten Deiyai kondusif. Para korban telah dievakuasi ke Enarotali, Kabupaten Paniai. 


Sebelumnya sejumlah media   asing menyebut ada enam warga sipil meninggal dan tujuh luka-luka saat insiden di Deiyai. Media sosial Puspen TNI yang telah terverifikasi menyebut berita itu sebagai hoaks. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Soal Portal Aduan ASN Radikal

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Boeing Yakin Dapat Izin Terbang Boeing 737 MAX Akhir Tahun Ini