Pasca-Ujaran Rasis, Mahasiswa Papua Demo Tuntut Referendum di Mabes TNI AD

"Karena selalu diperlakukan dengan kata-kata rasis. Aksi kami hari ini bukan untuk tuntutan otonomi khusus dan perpanjangan otonomi plus,"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 28 Agus 2019 13:36 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Pasca-Ujaran Rasis, Mahasiswa Papua Demo Tuntut Referendum di Mabes TNI AD

Mahasiswa Papua demo di depan Mabesad tuntut referendum , Rabu (28/08/19). (Foto: KBR/Wahyu S.)

KBR, Jakarta- Massa yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme dan Militerisme meminta referendum atas tanah Papua. Tuntutan itu mereka suarakan saat menggelar aksi di seberang Mabes TNI AD.

Berulang kali mereka meneriakkan 'Papua bukan Merah Putih, Papua Bintang Kejora'. Tak hanya itu, mereka dengan lantang juga menyurakan kata 'merdeka' dan 'referendum'.

Juru bicara massa aksi, Ambrosius, mengatakan, permintaan referendum sudah bulat disuarakan rakyat Papua. Tuntutan itu merupakan bentuk kekecewaan rakyat Papua yang selama ini kerap mendapat intimidasi dan perlakuan rasis.

"Kami yang mahasiswa Papua ingin minta referendum dan kami ingin mau pulang, eksodus untuk pulang ke Papua. Karena kami tidak nyaman tinggal di Jawa. Karena selalu diperlakukan dengan kata-kata rasis. Aksi kami hari ini bukan untuk tuntutan otonomi khusus dan perpanjangan otonomi plus, kami menolak itu. Dan rakyat Papua meminta untuk referendum," ujarnya.

Baca: Pasca-Ucapan Rasis, Tito Jamin Keamanan Mahasiswa Papua 

Juru bicara massa aksi, Ambrosius, menambahkan, ia juga meminta pemerintah Papua untuk memfasilitasi pemulangan mahasiswa asal Papua ke daerah asalnya. Ia mengklaim sekitar 6 jutaan mahasiswa asal Papua se-Indonesia telah sepakat untuk eksodus ke Papua.

Aksi ini merupakan respon dari kasus rasisme kepada mahasiswa Papua di Surabaya. Usai beraksi di depan Mabes TNI AD, massa rencanya akan berjalan menuju Istana Merdeka.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri

Pemulihan Gambut Pasca Kebakaran

Kabar Baru Jam 15

Soal Portal Aduan ASN Radikal

Kabar Baru Jam 14