Share This

Temui JK, Jokowi Besok Pagi Daftar Pilpres

"Saya sampaikan kepada Pak Jusuf Kalla, bahwa besok pagi Insyaallah saya dan Cawapres akan mendaftar ke KPU," kata Jokowi.

BERITA , NASIONAL , NASIONAL

Kamis, 09 Agus 2018 12:47 WIB

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (20/7). (Foto: Antara)

KBR, JakartaPresiden Joko Widodo mendatangi kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta restu sebelum ia mendaftarkan diri sebagai calon presiden petahana ke KPU. Jokowi berkata, ia juga sudah membicarakan Cawapresnya pada JK sejak jauh hari. 

"Saya sampaikan kepada Pak Jusuf Kalla, bahwa besok pagi insyaallah saya dan Cawapres akan mendaftar ke KPU," kata Jokowi.

Kata Jokowi, ia mendapat petuah dari JK terkait Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan. Meski begitu, Jokowi enggan membeberkan petuah dari wakilnya tersebut.

Terkait siapa nama Cawapres yang akan digandengnya, Jokowi masih bungkam. Kata dia, deklarasi Cawapresnya akan dilakukan sore ini atau besok. Jokowi hanya menyebut Cawapresnya berinisial "M".

Kunjungan terakhir Jokowi ke kantor JK adalah pada Februari lalu. Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan isu penguatan investasi dan persiapan Asian Games 2018. 


Editor: Adia Pradana


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.