Share This

Ratusan Napi di Rejang Lebong Dapat Remisi HUT Kemerdekaan

"Kita akan umukan nama-nama narapidana yang mendapatkan remisi pada 17 agustus, mereka yang mendapatkan remisi sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.”

BERITA , NUSANTARA

Rabu, 15 Agus 2018 16:04 WIB

Foto: Muhamad Antoni

KBR, Rejang Lebong- Ratusan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Curup, Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mendapat remisi HUT Ke-73 Kemerdekaan RI. Kepala Lapas Lapas Kelas II A Curup, Ahmad Faedhoni mengatakan, nama para narapidana yang mendapat remisi akan diumumkan pada 17 Agustus lusa.

Faedhoni menjelaskan, narapidana yang akan mendapatkan remisi tersebut berasal dari beberapa kategori. Jumlah remisi yang diterima pun beragam, antara satu hingga tiga bulan.

"Kita akan umukan nama-nama narapidana yang mendapatkan remisi pada 17 agustus, mereka yang mendapatkan remisi sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan,” kata Fadhoni kepada KBR, Rabu, (15/08).

Kata Fadhoni, ada 11 narapidana yang mendapat remisi bebas. Meski begitu, empat di antaranya belum bisa bebas lantaran harus menjalani masa tahanan tambahan (subsider) karena tidak mampu membayar denda berdasarkan putusan pengadilan.

“Ada empat orang yang akan menjalani masa tahanan subsider. Narapidana yang mendapatkan subsidi ini sudah kita nilai, dan berdasarkan pantauan kita selama satu tahun ini berkelakuan baik dan tidak berbuat masalah,” tambahnya.

Hingga saat ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A curup menampung sebanyak 508 narapidana dan 168 tahanan titipan. Kondisi tersebut menyebabkan Lapas itu melebihi kapasitas, yang seharusnya hanya diperbolehkan menampung 250 narapidana.

Editor: Adia Pradana  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.