Share This

Pasca Gempa, Presiden Jamin Harga Barang di Lombok tidak akan Naik

"Tadi malam saya sudah bicara dengan Menteri BUMN yang berkaitan dengan semen, hari ini sudah mulai dikirim besar-besaran. Harga tidak akan naik serupiah pun, tidak akan".

BERITA , NASIONAL

Selasa, 14 Agus 2018 14:56 WIB

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kiri) membagikan buku saat mengunjungi korban gempa di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, Selasa (14/8). (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Presiden Joko Widodo  menginstruksikan sejumlah menteri terkait agar secepatnya menyuplai logistik dan material infrastruktur ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, pasca-gempa yang melanda beberapa pekan lalu. Sementara untuk harga, Presiden menjamin tidak akan terjadi kenaikan, baik untuk material infrastruktur maupun logistik untuk masyarakat. 

Kata Presiden di sela tinjauannya di sejumlah pengungsian di Kabupaten Lombok Utara, Selasa, (1408), mengatakan, Perum Bulog sudah diperintahkan untuk memenuhi kebutuhan logistik masyarakat di sana. Ia mengimbau jangan sampai ketersediaan barang terbatas, karena akan berimbas pada kenaikan harga.

"Tadi malam saya sudah bicara dengan Menteri BUMN yang berkaitan dengan semen, hari ini sudah mulai dikirim besar-besaran. Harga tidak akan naik serupiah pun, tidak akan. Ini langsung dari pabrik. Yang kedua, baja juga sama saya sudah perintahkan agar disuplai hari ini sudah berangkat. Kemudian Bulog juga sudah saya perintah. Ini kan suplay dan demand,” kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta warga bersabar saat pemerintah berupaya merekonstruksi rumah-rumah mereka. Presiden berjanji akan memberi bantuan uang Rp50 juta untuk membangun kembali rumah yang rusak berat.  Sementara yang rusak sedang akan dibiayai Rp25 juta per unit.

Presiden berharap masyarakat dapat membangun rumah secara gotong royong, dan memastikan rumah yang dibangun adalah yang tahan gempa.

Dalam kunjungannya ke Lombok kali ini, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah Menteri Kabinet Kerja dan Gubernur  NTB TGH M Zainul Majdi.

Editor: Adia Pradana  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.