Share This

Kubu Jokowi Bantah Tudingan Peminangan Ma'ruf Jadi Cawapres di Bawah Tekanan

Kubu Jokowi membantah tudingan pemilihan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden dipengaruhi tekanan PKB dan NU.

, NASIONAL

Rabu, 15 Agus 2018 23:57 WIB

Bakal capres cawapres Pilpres 2019, Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin saat tiba di RSPAD untuk tes kesehatan yang diselenggarakan KPU, Jakarta, Minggu (12/8). (Foto: ANTARA/ Akbar N)

KBR, Jakarta - Kubu Jokowi membantah tudingan pemilihan Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden dipengaruhi tekanan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU). Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menegaskan pemilihan Ma'ruf Amin sepenuhnya adalah keputusan Jokowi.

"Presiden dalam posisi menegaskan beliau tidak dalam perasaan terintimidasi oleh siapapun, tidak dalam perasaan tertekan eh siapapun dalam proses pemilihan calon wakil presiden," kata Romahurmuziy di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (15/8/2018).

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto juga menyebut isu itu hanya digunakan kubu Prabowo untuk memecah-belah koalisi Jokowi. Dia memastikan koalisi Jokowi tetap solid.

"Goreng-menggoreng terkait penetapan calon kan genderangnya oleh pihak lain. Buat kami enggak ada persoalan. Buat Pak Mahfud MD dari pernyataan beliau enggak ada persoalan," kata Hasto di Istana Negara, Rabu (15/8/2018).

Kendati begitu, Hasto tidak menampik jika pemilihan cawapres kemarin diwarnai dinamika politik. Namun menurutnya itu wajar karena setiap nama yang akan dipilih selalu dikomunikasikan ke seluruh ketua umun parpol.

Baca juga:

Baik PDIP maupun PPP membantah pernah meminta Mahfud MD mempersiapkan diri pada hari deklarasi capres-cawapres. Romahurmuziy dan Hasto mengatakan tidak tahu-menahu siapa yang meminta bekas ketua MK itu bersiap di restoran dekat tempat deklarasi.

Sebelumnya di salah satu acara televisi, bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan ada peran besar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Nahdlatul Ulama sehingga ia batal mendampingi Jokowi pada Pilpres 2019. Mahfud menyebut Ma'ruf Amin menyuruh PBNU mengancam Jokowi agar memilih cawapres dari NU.

Mahfud MD mengaku sebagai kader NU sekaligus pengurus PBNU. Namun, pernyataan itu lantas dibantah oleh Ketua PBNU Said Aqil Sirajd. 

Hasto mengklaim hubungan dengan Mahfud pasca deklarasi capres-cawapres baik-baik saja. Dia memahami pernyataan Mahfud di acara tersebut sebagai bentuk kekecewaan Mahfud MD.

"Ya itu merupakan satu hal manusiawi. Tapi enggak ada ancam-mengancam, apalagi kita lihat sosok Kiai Maruf itu merupakan sosok pengayom. Beliau selama satu tahun bersama Pak Mahfud MD di BPIP."

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.