Share This

Kemarau Panjang, Stok Beras Masih Aman

"Stok dari pengadaan dalam negeri semuanya itu cukup."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 03 Agus 2018 17:16 WIB

Ilustrasi beras (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memastikan stok beras hingga akhir tahun aman. Dia mengatakan Bulog masih menyimpan 2 juta ton yang siap dilepas ke pasar jika harga beras melonjak. Kendati kemarau tahun ini diprediksi lebih panas, menurut Darmin ketersediaan beras tidak akan terganggu.

"Stok dari pengadaan dalam negeri semuanya itu cukup. Memang harga presiden juga mencatat tiga hari ini meningkat. Jadi sebelum terlanjur naik, presiden mengecek," kata Darmin di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat(3/8).

Darmin menegaskan pemerintah tidak akan mengimpor beras tambahan. Stok dalam negeri saat ini menurut dia sudah mencukupi hingga panen raya tahun depan.

Direktur Utama Bulog Budi Waseso juga memastikan gudang-gudang di daerah menyerap hasil panen petani. Kata dia, saat ini justru stok di gudang Bulog surplus.

"Sudah dibahas, kita sudah hitung. Kita sudah siap, sudah kita prediksi operasi itu kepentingan yang kita butuh paling banyak 500 ribu ton."

Presiden Joko Widodo hari ini memanggil beberapa menteri terkait mulai melonjaknya harga beras tiga hari terakhir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan Pemerintah mengecek keamanan stok beras demi menghadapi kemungkinan kemarau panjang.

Editor: Fajar Aryanto

 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.