Share This

Jumlah Korban dan Pengungsi di Mataram Terus Bertambah

Sampai saat ini, Sekretaris Daerah Kota Mataram mencatat jumlah warga Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang mengungsi mencapai 66.674 orang.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 10 Agus 2018 15:15 WIB

Warga berdiri di depan reruntuhan tembok yang roboh akibat gempa susulan 6,2 SR di Cakranegara, Mataram, NTB, Kamis (9/8). (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Korban jiwa di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akibat gempa susulan 6,2 Skala Richter (SR) kemarin, bertambah sebanyak lima orang. Total, korban jiwa akibat sejumlah gempa bumi di Mataram mencapai 11 orang. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Effendi Eko Saswito mengatakan, gempa susulan kemarin  membuat masyarakat semakin trauma. Sehingga  sebagian masyarakat memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sampai saat ini, kata dia, tercatat jumlah warga Kota Mataram yang mengungsi mencapai 66.674 orang.

"Korban jiwa bertambah 5 orang. Tiga yang kena runtuhan tembok, dua korban karena shok. Ini pun mungkin masih data sementara, karena ini kan berdasarkan pengamatan siang, mungkin belum selesai.  Kita masih menunggu laporan dari pihak kelurahan yang bertanggung jawab untuk mendata korban jiwa maupun kerusakan di daerah masing-masing," kata Effendi, Jumat, (10/08).

Dia melanjutkan,  selain trauma, warga mengungsi akibat rumah mereka yang rusak. Pemerintah, kata dia, mengimbau warga untuk tidak kembali ke rumah dulu, mengingat gempa susulan masih terjadi. Hingga Jum'at (10/08) pagi,  jumlah gempa susulan mencapai 448 kali. 

Effendi mencatat, jumlah rumah rusak berat di Mataram sebanyak 533 unit,  rusak sedang sebanyak 1.528 unit dan rusak ringan sebanyak 2.386 unit. Ia menduga, jumlah data tersebut kemungkinan masih akan terus bertambah, mengingat pendataan masih berlangsung.

Editor: Adia Pradana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.