Share This

Ini Harapan Kapolri Ungkap Sejumlah Harapan pada Kabareskrim Arief

Kapolri Tito Karnavian menaruh sejumlah harapan kepada Kabareskim baru, Arief Sulistyanto.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 17 Agus 2018 20:50 WIB

Wakapolri Ari Dono Sukmanto (kiri) dan Kabareskrim Arief Sulistyanto (kanan) mengucapkan sumpah jabatan saat pelantikan, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/8). (Foto: ANTARA/ Reno E)

KBR, Jakarta - Kapolri Tito Karnavian menaruh sejumlah harapan kepada Arief Sulistyanto selaku Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Eks penyidik kasus pembunuhan aktivis HAM Munir itu baru saja dilantik menggantikan Ari Dono yang kini menjabat Wakapolri.

Tito berpandangan, Arief memiliki kompetensi untuk memperbaiki kinerja polri. Di antaranya berkaitan dengan citra dan profesionalitas polisi dalam bekerja.

"Saya berharap, Pak Arief dapat membuat gebrakan-gebrakan termasuk menangani kasus-kasus konvensional kejahatan transnasional, termasuk juga penanganan terorisme oleh Densus," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/8/2018).

Selain memperbaiki citra dan membangun profesionalisme polri, Tito percaya, Kabareskrim Arief Sulistyanto mampu membantu pemerintah menjaga stabilitas ekonomi. Mengingat, Arief punya pengalaman selama empat tahun sebagai Direktur Reserse Ekonomi Khusus di Bareskrim.

"Dia memiliki kapabilitas, baik kompetensi dan memiliki moral yang cukup baik. Saya sangat berharap banyak terjadi perubahan yang baik di bidang reserse," tutur Tito.

Baca juga:

Jabatan Kabareskrim diberikan Tito kepada Arief lantaran Ari Dono kini menjabat posisi Wakil Kapolri menggantikan Syafruddin. Sedang Syafruddin, mengundurkan diri dari jabatan Wakapolri dan pensiun dini karena ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, menggantikan Asman Abnur.

Sementara, Arief masih enggan bicara detail mengenai rencana ke depannya sebagai Kabareskrim. Ia hanya mengatakan bakal terlebih dulu mengaudit internal Bareskrim guna mengetahui kondisi saat ini.

"Yang jelas, misi yang diberikan Kapolri adalah meningkatkan kualitas kinerja," kata dia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.