Share This

Imunisasi MR, Dinkes Balikpapan: Sebagian Orang Tua Tunggu Sertifikasi Halal

"Ada yang menolak memang, tapi sebenarnya tiga hari pertama kemarin jalan baik saja."

BERITA , NASIONAL

Senin, 06 Agus 2018 10:51 WIB

Pelaksanaan imunisasi MR di Manado (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Herryanto menyebut, pelaksanaan imunisasi campak dan Measles Rubella (MR) di Kota Balikpapan pada 1-3 Agustus kemarin, mengalami penolakan dari beberapa orang tua. Kata dia, hal itu disebabkan adanya kesepakatan Menteri Kesehatan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunda imunisasi bagi orang tua yang menunggu hasil uji halal tidaknya vaksin.

"Ada yang menolak memang, tapi sebenarnya tiga hari pertama kemarin jalan baik saja. Tapi setelah Menkes ada kesepakatan sama MUI kan yang baru nanti akan diumumkan masalah kehalalan itu kan sebagian masyarakat jadi ragu-ragu. Padahal ini berjalan tahun lalu tidak  seperti ini. Jawa-Bali kan tahun lalu tidak seperti ini," kata Herry saat dihubungi KBR dari Jakarta, Minggu (6/8).

Sebanyak 20 Puskesmas dari 6 Kecamatan, serta sekolah-sekolah telah menyelenggarakan imunisasi di Kota Balikpapan. Ada sebagian orangtua yang mengikutkan anaknya, sebagian lainnya menunda. Kata Herry, orang tua yang semula menolak imunisasi telah menyepakati untuk menunda proses pemberian vaksin. 

Herry tidak bisa memastikan jumlah orangtua yang menolak imunisasi. Kata dia, yang pasti di setiap puskesmas, sekolah, dan posyandu, setidaknya ada satu-dua orangtua meminta untuk menunda terlebih dahulu.


Editor: Fajar Aryanto

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.