Share This

IHSG Melemah, Ada Apa?

BERITA , NASIONAL

Selasa, 14 Agus 2018 09:34 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Selasa (14/8/2018) dibuka melemah 30,30 poin atau 0,5 persen ke level 5831,96 pasca pelemahan kemarin.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto, menuturkan, pelemahan IHSG kemarin terjadi karena kepanikan investor, menyusul lemahnya Lira Turki dan krisis di negara tersebut.

“Jika dikembalikan pada kondisi fundamental negara, Indonesia lebih baik dari Turki. Krisis ini tidak berhubungan langsung dengan Indonesia,” kata William. Karenanya ia yakin kondisi IHSG seperti ini tidak akan berlangsung lama.

Sejak Senin lalu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah 80,3 poin atau 1,32 persen ke level 5.996,89. Sampai kemarin sore, IHSG juga ditutup di zona merah dengan penurunan sebesar 3,45 persen atau 209,37 poin ke level 5.867,81. 

Bursa utama Asia terpantau bergerak bervariasi. Singapura, Hongkong, dan China masih berkutat di zona negatif, sementara Jepang, Korea, Australia, dan Malaysia sanggup rebound ke posisi hijau.

Semua sektor utama IHSG mengawali perdagangan di zona negatif, dengan sektor pertambangan, industri dasar, dan keuangan memimpin pelemahan.

Nilai tukar Rupiah terpantau masih bercokol di posisi 14.642 rupiah per satu dollar Amerika Serikat. Hari ini Dewan Gubernur Bank Indonesia akan menggelar rapat untuk menentukan apakah suku bunga akan dinaikkan atau tidak, menyusul kekhawatiran sebagian besar pelaku pasar terkait melemahnya rupiah.

Editor: Citra Dyah Prastuti

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.