Share This

Fatwa Vaksin MR Bakal Diputuskan Malam Ini

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno untuk memutuskan soal hukum halal atau haramnya vaksin campak Measles Rubella (MR).

BERITA , NASIONAL

Senin, 20 Agus 2018 20:07 WIB

Ilustrasi: logo MUI.

KBR, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar rapat pleno untuk memutuskan soal hukum halal atau haramnya vaksin campak Measles Rubella (MR), Senin (20/8/2018) malam.

Menurut Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam Soleh, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika MUI telah menelaah kandungan vaksin MR. Selain itu, komisi Fatwa MUI juga telah mengantongi data dari pelbagai lembaga.

"Data-data sudah ada, LPPOM sudah melakukan telaahan. Habis Maghrib ini akan dilaksanakan rapat pleno sebagai pembahasan mengenai boleh atau tidaknya vaksin tersebut untuk kepentingan imunisasi," kata Asrorun di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/8/2018).

"LPPOM sudah melaporkan ke komisi fatwa, komisi fatwa akan melakukan pembahasan finalnya nanti malam. Kalau tidak ada molor dalam pembahasannya, maka diharapkan selesai nanti malam," tambahnya.

Baca juga:

Ia menjabarkan, pelbagai bahan kajian yang dikumpulkan MUI untuk menyokong fatwa vaksin MR itu di antaranya berasal dari Kementerian Kesehatan, Serum Institute of India (SII) sebagai produsen, serta PT Bio Farma sebagai importir. MUI juga memanggil pejabat dari masing-masing institusi itu serta para pakar untuk mendengarkan pendapat mereka terkait urgensi imunisasi MR--yang kini tengah menjadi program pemerintah.

Asrorun pun berujar, rapat pleno MUI malam ini akan membahas mengenai boleh atau tidaknya vaksin tersebut sebagai alat imunisasi. Kata dia, MUI pun menargetkan fatwa vaksin MR bisa diputuskan usai rapat malam ini.

Sejak tahun lalu, pemerintah membuat program yang mewajibkan anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun diimunisasi MR. Saat itu, program imunisasi baru menyasar anak-anak di Pulau Jawa. Adapun tahun ini, imunisasi MR diadakan serentak di 28 provinsi di luar Jawa.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.