Share This

Din Syamsudin: Ma'ruf Amin untuk Akomodir Pemilih Islam

Jika Jokowi ingin menggandeng tokoh agama, maka harus yang pluralis dan tidak konvensional.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 14 Agus 2018 09:02 WIB

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum MUI Maruf Amin dan Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin saat acara peletakkan batu pertama proyek pembangunan Menara MUI di Bambu Apus, Jakarta, Kamis (26/7). (Foto: Antara)

KBR,Jakarta- Terpilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden dari kubu Joko Widodo, menjadi citra yang bernilai positif. Guru Besar Politik Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Din Syamsuddin mengatakan, pilihan calon presiden Joko Widodo untuk menggandeng KH Ma'ruf Amin merupakan salah satu strategi koalisinya mengakomodir pemilih islam. Hal ini menjadi sangat mungkin, karena bisa jadi sebelumnya banyak isu dan fitnah yang menerpa Joko Widodo terkait SARA.

"Berarti Jokowi dan partai-partai pendukungnya menyadari, bahwa ada keperluan mengakomodir kalangan Islam. Tapi itu positif, jangan dilihat sebagai sesuatu yang negatif, bahkan sejalan dengan saran saya tadi, untuk mengambil dari tokoh dengan islamic credentiality tinggi. Persoalan itu tepat atau tidak tepat dari segi elektoral politik, nah itu saya tidak tahu," ujar Din kepada wartawan termasuk reporter KBR di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (13/8).

Alasan lain, kata Din yang juga Ketua Dewan pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), karena sempat santer terdengar kabar bahwa kubu Capres Prabowo Subianto juga berencana menggandeng ulama sebagai bakal Cawapres. Nama-nama alim ulama sempat mencuat, seperti Habib Segaf Al-Jufri dan Ustaz Abdul Somad.

Namun Din menegaskan, penilaian yang ia kemukakan ini bukanlah bentuk dukungan terhadap seseorang.

"Tadi saya hanya menjawab. Saya memahami alasan Jokowi dan pendukung memilih Kyai Ma'ruf Amin, walau sifatnya hanya dugaan saya, dan alasan itu logis adanya. Tapi ini tidak ada hubungannya dengan dukung mendukung ya," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2010 dan 2010-2015 ini.

Sebelumnya, empunya nama asli Muhammad Sirajuddin Syamsuddin ini pernah pula menyampaikan, jika Joko Widodo ingin menggandeng tokoh agama maka harus yang menganut paham pluralis dan tidak konvensional. Hal ini mutlak, karena sebagai pemimpin bangsa harus bisa merangkul semua pihak dan bukan per kelompok saja.

Ketika ditanya wartawan, apakah sosok KH Ma'ruf Amin sudah merepresentasikan ulama pluralis dan tidak konvensional itu, Din Syamsuddin justru enggan menjawab.


Editor: Fadli Gaper


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.