Share This

Depresi Dapat Meningkatkan Risiko Serangan Jantung

Kondisi kesehatan mental yang buruk akan meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 45 persen.

BERITA , INTERMEZZO

Kamis, 30 Agus 2018 08:45 WIB

Depresi dapat meningkatkan risiko serangan jantung

KBR - Satu dari sepuluh orang pernah mengalami depresi dalam hidup mereka. Begitu data yang dilansir NHS Choices. Depresi biasanya dialami orang ketika ia merasa tidak bahagia, selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Sebuah penelitian baru menemukan kalau orang dewasa yang mengalami gangguan kecemasan, depresi ataupun tekanan psikologis lainnya memiliki risiko serangan jantung atau stroke yang jauh lebih tinggi. Dilansir DailyMail, hasil tersebut juga didukung oleh temuan sebelumnya yang dilakukan oleh ilmuwan Skotlandia dan Australia. Ini menambah bukti adanya hubungan antara kondisi mental dan gangguan jantung.

Penelitian dilakukan terhadap 222 ribu partisipan selama kurang lebih empat tahun.  Para peneliti menemukan bukti yang menunjukkan kondisi kesehatan mental yang buruk akan meningkatkan risiko serangan jantung sebanyak 45 persen.

Gangguan mental, seperti depresi, memang sering dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke lebih besar selama beberapa dekade belakangan. Namun penelitian terbaru ini menunjukan adanya tingkat risiko yang berbeda bagi laki-laki dan perempuan. Karena itu perlu ada lebih banyak penelitian lanjutan untuk menyelidiki mengapa perempuan tampak lebih rentan terhadap kerusakan kardiovaskular akibat stres.

Risiko serangan jantung meningkat jika... 

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes ini, partisipan diminta menjawab 10 pertanyaan untuk mengukur seberapa besar tekanan psikologis yang dialami. Pertanyaan-pertanyaan termasuk: 'Seberapa sering Anda merasa sangat sedih sehingga tidak ada yang bisa menghibur Anda?' dan 'Seberapa sering Anda merasa resah atau gelisah?'

Peneliti kemudian menganalisis risiko serangan jantung atau stroke untuk berbagai tingkat depresi yang dialami. Risiko terkena serangan jantung atau stroke meningkat seiring meningkatnya tekanan psikologis.

Temuan ini menunjukkan kalau perempuan dengan tingkat depresi tinggi mengalami peningkatan risiko stroke sebanyak 44 persen, jika dibandingkan dengan mereka yang tekanan psikologis atau depresinya rendah. Sedangkan untuk laki-laki dengan tingkat depresi tinggi mengalami peningkatan risiko serangan jantung sebanyak 30 persen, daripada mereka yang tekanan psikologisnya rendah.

Hasil dari temuan ini tetap signifikan walaupun faktor risiko lain seperti merokok, konsumsi alkohol dan kebiasaan diet ditambahkan. “Faktor-faktor ini dapat menjelaskan beberapa peningkatan risiko yang diamati,” kata Dr Caroline Jackson sebagai peneliti senior dalam penelitian ini, dikutip dari DailyMail.

“Tapi mereka tampaknya tidak memperhitungkan semua (factor), padahal mekanisme yang lain bisa jadi penting,” lanjutnya.

Ia juga menyarankan agar orang-orang dengan gejala-gejala tekanan psikologis untuk melakukan pemeriksaan medis karena kaitannya dengan masalah jantung. 

Editor: Citra Dyah Prastuti 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.