Share This

Dana Perbaikan Rumah Akibat Gempa Lombok Siap Disalurkan

“Yang jelas uang sudah ada di BRI Mataram itu sebanyak Rp250 miliar. Itu berarti untuk lima ribu rumah dulu."

BERITA , NASIONAL

Jumat, 17 Agus 2018 13:35 WIB

Foto: Zainudin Syafari

KBR, Mataram- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) siap kucurkan dana bantuan sebesar Rp250 miliar untuk renovasi rumah yang rusak akibat gempa bumi. Masing-masing rumah, mendapat suntikan dana sebesar Rp50 juta. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB Muhammad Rum  mengatakan, dari puluhan ribu rumah yang rusak akibat gempa Lombok, baru terdapat sebanyak 6.105 unit rumah yang sudah mendapat SK dari pemerintah daerah. SK dari pemerintah daerah menjadi syarat utama dana perbaikan rumah itu bisa dicairkan.

"Yang jelas uang sudah ada di BRI Mataram itu sebanyak Rp250 miliar. Itu berarti untuk lima ribu rumah dulu, namun tak ada masalah dengan uang. Karena yang terpenting adalah bagaimana kecepatan kita untuk menverifikasi. Kalau verifikasi cepat, uang akan segera dikirim. Masuk melalui rekening," kata Muhammad Rum, Jumat, (17/8/2018).

Muhammad Rum melanjutkan, hingga saat ini verifikasi rumah yang rusak berat, sedang, dan ringan terus berlangsung. Pemerintah memberdayakan mahasiswa teknik sipil semester atas untuk membantu proses verifikasi rumah yang rusak akibat gempa tersebut. 

Kata dia, Pemerintah akan memprioritaskan rumah-rumah yang rusak berat terlebih dahulu untuk diberikan dana perbaikan, baru kemudian rumah dengan kondisi rusak sedang dan rusak ringan. Hingga saat ini buku tabungan yang sudah terbit di BRI Mataram sebanyak 4.034 lembar.

Berdasarkan data sementara, jumlah rumah yang rusak akibat gempa yang mengguncang NTB beberapa waktu lalu sebanyak 71.937 unit. Sedangkan rumah yang rusak berat diperkirakan sebanyak 31 ribu unit.

Editor: Adia Puja Pradana

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.