Share This

Bupati Banyuwangi Imbau Perguruan Tinggi Perketat Seleksi Pegawai

"Saya berharap kedepan, Pemerintah Pusat dan lembaga-lembaga yang mempunyai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam bidang pendidikan, harus memperketat," imbau Bupati Banyuwangi Azwar Anas.

BERITA , NUSANTARA

Senin, 06 Agus 2018 11:49 WIB

Ilustrasi: Antara

KBR, Banyuwangi- Pascapenangkapan terduga teroris di Politeknik Negeri Banyuwangi, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta seluruh perguruan tinggi di daerahnya agar  selektif  dalam merekrut pegawai. Hal tersebut, kata Anas, untuk mencegah tubuhnya paham radikalisme di lingkungan kampus.

Kata dia, kampus merupakan salah satu tempat yang mudah untuk menyebarkan paham radikaslisme.

"Saya berharap kedepan, Pemerintah Pusat dan lembaga-lembaga yang mempunyai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam bidang pendidikan, harus memperketat (pengawasan). Kita semua, saya kira, harus memperketat," imbau Abdullah Azwar Anas, Minggu (05/08).

Sementara terkait ditangkapnya seorang pegawai Politeknik Negeri Banyuwangi, Bupati Anas berharap Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi mengevaluasi seluruh pegawai, tenaga pengajar, dan mahasiswa di kampus tersebut. Dikhawatirkan, paham radikal telah disebar oleh pelaku di Politeknik Negeri Banyuwangi.

Sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap terduga teroris berinisial EPW (31), Rabu, (01/08) lalu. Terduga teroris merupakan pegawai di Politeknik Negeri Banyuwangi. Ia diringkus di sekitar kampus. Densus 88 telah menggeledah rumah terduga dan menyita sejumlah barang bukti. 


Editor: Adia Pradana 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.