Share This

BNPB: Tidak Akan Ada Gempa Susulan Lebih Besar dari 7 SR

"6,4 Skala Richter lalu ada susulan, lalu ada kenaikan 7 Skala Richter. Menurut BMKG, ini (7.0 Skala Ricther) adalah gempa utamanya, mainshock nya," jelas juru bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

BERITA , NASIONAL

Selasa, 07 Agus 2018 07:40 WIB

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memberikan keterangan pers mengenai gempa bumi yang mengguncang wilayah Lombok, NTB di Jakarta, Senin (6/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan bahwa gempa 7,0 Skala Ricther yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat,  adalah gempa utama atau mainshock. Berdasarkan penelitian BMKG, Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tidak akan ada gempa susulan yang lebih besar. 

Menurutnya, dalam rentang satu pekan sejak gempa 6,4 Skala Richter pada 29 Juli lalu, BNPB menghitung ada 527 gempa susulan. Meski begitu, kata Sutopo, masih akan ada gempa-gempa susulan dengan magnitudo kecil.

"6,4 Skala Richter lalu ada susulan, lalu ada kenaikan 7 Skala Richter. Menurut BMKG, ini (7.0 Skala Ricther) adalah gempa utamanya, mainshock nya. Jadi sudah tidak akan ada gempa yang lebih besar dari 7 Skala Richter," kata Sutopo pada KBR, Senin(06/08).


Editor: Adia Pradana

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.