MA Batalkan Aturan Taksi Online, Menhub Kumpulkan Ahli

"Dua minggu ke depan kita akan kumpulkan ahli untuk meminta masukan, termasuk berkomunikasi dengan yang memang berwenang untuk memberikan solusi,"

Rabu, 23 Agus 2017 13:30 WIB

Author

Rafik Maeilana

MA Batalkan Aturan Taksi Online, Menhub Kumpulkan Ahli

Ilustrasi: Aksi tolak transportasi online. (Foto: KBR/Ria A.)

KBR, Jakarta- Menteri Perhubungan Budi Karya meminta taksi konvensional dan online untuk bersabar, setelah adanya putusan Mahkamah Agung yang membatalkan 14 poin dalam Permenhub no 26 tahun 2017.  Budi Karya juga meminta agar tidak ada tindakan anarkis pascaputusan.

"Kita meminta semua masyarakat jangan resah, terutama operator taksi konvensional. Karena masih ada waktu efektif itu 3 bulan, PM 26 masih berlaku. Dalam waktu tiga bulan, kita akan berdiskusi dengan yang lain untuk mengatur kembali taksi online. Dua minggu ke depan kita akan kumpulkan ahli untuk meminta masukan, termasuk berkomunikasi dengan yang memang berwenang untuk memberikan solusi," katanya saat ditemui di Mabes Polri, Rabu (23/08/17).

Terkait putusan MA Menhub menghargai hasil putusan itu. Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan telah berupaya melakukan penyetaraan terhadap taksi online dan konvensional melalui Permenhub 26 tersebut.

"Kita hargai, kita taati putusan itu. Yang jelas kita segera melakukan koordinasi dengan pakar dan MTI untuk mencari solusi terbaik lagi," jelasnya.

Sebelumnya, Mahkamah Agung dalam putusan Nomor 37 P/HUM/2017 pada 20 Juni 2017 menyatakan bahwa 14 poin dalam PM 26 tahun 2017.  MA menilai 14 pasal tersebut telah melanggar Undang-undang (UU) Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha, Mikro, Kecil, dan menengah dan melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.  Oleh karena itu, MA meminta kepada Menteri Perhubungan mencabut 14 poin tersebut. Di antaranya terkait kepemilikan kendaraan atas nama perusahaan dan tarif bawah.

Putusan MA ini merupakan hasil dari permohonan uji materi PM 26 yang diajukan oleh warga  di antaranya Sutarno, Endru Valianto Nugroho, Lie Herman Susanto, Iwanto, Johanes Bayu Sarwo Aji, Antionius Handoyo.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Bagaimana Kinerja KPK Setelah Komisioner Kembalikan Mandat?

Kabar Baru Jam 11