Share This

Karhutla di Lahan Konsesi, Ini Kata Menteri Siti

"Ada sudah beberapa di Riau, kelihatan, tapi mereka kan juga menyelesaikan. Kalau yang diawasi oleh kita sih masih ada 115an "

, BERITA , NASIONAL

Selasa, 08 Agus 2017 15:53 WIB

Author

Ninik Yuniati

Karhutla di Lahan Konsesi, Ini Kata Menteri Siti

Prajurit TNI menyemprotkan air ke arah lahan gambut yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (7/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyatakan belum ada satupun perusahaan yang mendapat teguran terkait kebakaran hutan dan lahan. Siti beralasan, kendati ditemukan titik panas di area konsesi, namun perusahaan mau berinisiatif memadamkan api.

Selain itu, belum ditemukan adanya titik panas di seratusan lahan konsesi yang diawasi kementerian.

"Ada sudah beberapa di Riau, kelihatan, tapi mereka kan juga menyelesaikan. Kalau yang diawasi oleh kita sih masih ada 115an (konsesi), yang kita ikuti terus. (Apakah ada perusahaan yang diberi peringatan?) Warning, karena kebakar? belum sih. Walaupun hotspot-nya sih sedikit-sedikit ada, tapi tidak  kelihatan fire spot juga sih, masih hotspot. Hotspot kan belum tentu firespot," kata Siti di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Siti memastikan bakal menindak tegas perusahaan, apabila ditemukan titik panas di arealnya, terutama di lahan gambut.

"Pilihannya memang dia harus comply untuk jangan ada lagi fire spot, tidak ada ampun kalau itu sih, apalagi kalau di gambut," ujar dia.

Sementara terkait temuan Badan Restorasi Gambut yang menyatakan mayoritas titikpanas di lahan gambut berada di lahan konsesi, Siti mengatakan belum  memiliki data detail. Namun, ia berjanji segera melakukan pengecekan terhadap temuan tersebut.

"Kita punya analisis sendiri juga. Aku mesti cek, dia pakai sampling darimana. Kan dia kasih data, kan dia nggak mungkin sensus. Kita musti cek dulu sampling yang mana. Prosentasenya dia hitung dari mana. Nanti saya coba, koordinasikan saja," tuturnya. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.