Virus Zika, Pemerintah Keluarkan Travel Advisory ke Singapura

"kami mengeluarkan protect dari negara kita. Tadi pagi karena ada penambahan di Singapura, kita tentu berkoordinasi lagi, dan akhirnya kemenlu, keluar dari mereka travel advisory"

BERITA | NASIONAL

Rabu, 31 Agus 2016 17:22 WIB

Author

Ninik Yuniati

Virus Zika, Pemerintah Keluarkan Travel Advisory ke Singapura

Nyamuk pembawa virus zika. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Pemerintah mengeluarkan pemberitahuan imbauan perjalanan (travel advisory) ke Singapura. Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, pemberitahuan ini menyusul peningkatan jumlah pasien di Singapura yang terjangkit virus zika dari 41 menjadi 82 orang.

Kata dia, travel advisory ini telah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri.

"Kita mengeluarkan travel advisory, tadi pagi masih kita komunikasi dengan kemenlu. Karena itu harus tentu ada advice  dari kemenlu. Sebenarnya kami sudah koordinasi dan kami mengeluarkan protect dari negara kita. Tadi pagi karena ini tambah meningkat, ada penambahan di Singapura, kita tentu berkoordinasi lagi, dan akhirnya kemenlu, terakhir, itu keluar dari mereka travel advisory," kata Nila Moeloek di DPR, Rabu (31/8/2016).

Nila Moeloek menghimbau masyarakat agar menunda bepergian ke Singapura apabila tidak terlalu penting.  Himbauan ini juga sangat ditekankan kepada ibu hamil.

"Yang ditakuti dengan virus zika ini adalah kemungkinan korelasinya, kalau ibu hamil, anaknya terjadi mikrochepali itu. Ibu-ibu hamil, karenanya juga mempertimbangkan hal tersebut," ujarnya.

Guna melakukan pencegahan masuknya virus zika, pemerintah juga telah memasang alat deteksi (scanner) di titik-titik yang berpeluang menjadi pintu masuk.

"Tapi mungkin ada pelabuhan-pelabuhan (udara) besar, Batam ada, di Cengkareng, memang sudah meminta mereka memasang scanner," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Yang Perlu Diketahui soal Dampak Ganja

Kabar Baru Jam 13

Filantropi Seni Pascapandemi

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11