Selain di Solo, Teroris Jaringan Nur Rohman Rencanakan Aksi Teror di Bali

Terduga teroris jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman, juga merencanakan aksi teror di Bali.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 19 Agus 2016 17:44 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Selain di Solo, Teroris Jaringan Nur Rohman Rencanakan Aksi Teror di Bali

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Agus Rianto (kiri) didampingi Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Martinus Sitompul (kanan) memberikan keterangan pers terkait penangkapa



KBR, Jakarta - Terduga teroris jaringan pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Nur Rohman, juga merencanakan aksi teror di Bali. Namun begitu, Juru Bicara Polri, Agus Rianto mengatakan, pihaknya masih mendalami rencana aksi teror tersebut.

"Selain di Mapolresta Surakarta mereka akan melakukan aksi teror di Bali. (Apakah ada tempat lain?) Kita baru dua hari lakukan pemeriksaan. Mudah-mudahan dalam waktu secepatnya memperoleh informasi yang lebih lengkap dari mereka selain data dari yang kita punya," kata Agus di Mabes Polri, Jumat (19/08/16).

Dua hari yang lalu, terduga teroris MK ditangkap Densus 88 di kawasan Gunung Putri Bogor, Rabu (17/08). MK berperan mengatur pertemuan Nur Rohman dengan tersangka teroris Ibrahim alias Dwiatmoko.

"Mk aktif dalam perencanaan bom bunuh diri yang dilakukan Nur Rohman di Mapolresta Surakarta. MK juga membantu DN (Ibrahim alias Dwiatmoko) untu bisa berkomunikasi dengan Nur Rohman," jelas Agus.

Baca juga: Densus Tangkap Terduga Teroris di Bogor

Ibrahim merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 sebelumnya di Lampung. Dalam jaringan ini MK mengirimkan sejumlah uang kepada Ibrohim. Uang tersebut digunakan untuk membeli bahan material bom dan biaya perjalanan pengiriman bom.

"Bom itu dibawa oleh Ibrohim kepada Nur Rohman," kata Agus.

MK merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah yang berafiliasi dengan ISIS. Kelompok ini dipimpin oleh Aman Abdurrahman yang kini dipenjara di lapas Nusakambangan.

Sebelumnya, Densus 88 juga menangkap tiga orang yang juga diduga terkait bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta. Mereka yakni berinisial AS, W dan CBS.

AS merupakan kakak kandung Nur Rohman yang diduga membantu mempersiapkan aksi bom bunuh diri tersebut. Sedangkan W dan CBS diduga membantu menyembunyikan Nur sebelum melakukan bom bunuh diri.



Editor: Quinawaty
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Slovakia Akan Gelar Tes Covid-19 Gratis

Eps6. Masyarakat Peduli Api

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Hoaks Covid Terus Berjangkit