NTT Tak Mampu Penuhi Permintaan Bulog

Meski tak terpenuhi, namun stok beras aman

BERITA

Kamis, 25 Agus 2016 19:58 WIB

Author

Silver Sega

NTT Tak Mampu Penuhi Permintaan Bulog

Ilustrasi: gudang beras Bulog (Foto: Antara)

KBR, Kupang- Badan Urusan Logistik (Bulog) Nusa Tenggara Timur menyebut petani di daerah itu tidak mampu memenuhi permintaan lembaganya. Kepala Bulog NTT Sugeng Rahayu mengatakan setiap  tahun Bulog NTT membutuhkan 115 ribu ton beras. Namun pada semester pertama tahun ini, petani hanya mampu penuhi 1.734 ton. Beberapa penyebabnya yaitu gagal tanam dan gagal panen. 

Pihaknya sudah mengevaluasi bersama pihak TNI dan Dinas Pertanian , agar pada semester kedua bisa terpenuhi.

"Di semester kedua ini untuk daerah-daerah yang kemarin semester satu belum bisa ada realisasi pengadaan, bekerjasama dengan TNI dengan Dinas Pertanian bagaimana upaya kita untuk bisa membeli gabah atau beras petani. Bersama-sama dengan pihak TNI kita sudah melakukan evaluasi langkah-langkah yang akan kita lakukan disemester kedua agar hasilnya lebih baik lagi," kata Sugeng Rahayu di Kupang, Kamis (25/8).  

Sugeng Rahayu menambahkan, meski pasokan beras dari para petani NTT berkurang, namun stok beras di Bulog NTT masih cukup tersedia dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayahnya.  

Menurut Sugeng Rahayu, NTT tidak kekurangan beras meski besar daerah pertanian di NTT mengalami gagal tanam dan gagal panen akibat kemarau panjang. Ia mengatakan jika pemerintah daerah membutuhkan dilakukannya operasi pasar untuk mengendalikan harga beras, Bulog siap laksanakan. Bahkan saat ini telah ada Rumah Pangan Kita di beberapa tempat, untuk mengendalikan harga pangan, seperti beras. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17