Karhutla di Riau Hanguskan 3.218 Hektar Lahan Sejak Januari

Upaya pemadaman tak mudah mengingat kondisi udara yang kering dan lahan yang terbakar berada di areal gambut.

BERITA | NASIONAL

Senin, 29 Agus 2016 10:04 WIB

Author

Bambang Hari

Karhutla di Riau Hanguskan 3.218 Hektar Lahan Sejak Januari

Ilustrasi. Kebakaran hutan dan lahan. Foto: Antara



KBR, Jakarta- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau mencatat sebanyak 3.218 lahan terbakar akibat  sejak Januari tahun ini.

Juru Bicara BPBD Riau, Edwar Sanger mengatakan upaya pemadaman terus dilakukan oleh satgas darat gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Damkar, relawan dan karyawan perusahaan.

Meski begitu, dia mengaku upaya pemadaman tak mudah mengingat kondisi udara yang kering dan lahan yang terbakar berada di areal gambut.

"Kami semua terus melakukan upaya pemadaman. (Ada tiga ribuan hektar lebih lahan yang terbakar?) Iya, sejak Januari tahun ini. Hari ini yang akan kami lakukan adalah water bombing dengan pemadaman darat. Tim kami semua siaga 24 jam," katanya, Senin (29/8/2016).

Sebelumnya, satelit MODIS dari NASA mendeteksi 32 hotspot kebakaran hutan dan lahan di Riau pada Minggu sore (28/8/2016). Sebanyak 32 hotspot pada tingkat kepercayaan Sedang (30-70%) dan 12 hotspot pada tingkat kepercayaan Tinggi (lebih dari 70%).  Daerah yang paling banyak terjadi hotspot adalah di Kabupaten Rokan Hilir yaitu 32 titik. Lainnya tersebar di Pelalawan, Kampar, Meranti, Rokan Hulu, Bengkalis, Inhil dan Inhu.

BPNP juga mencatat sebanyak 6 titik lahan yang terbakar di Kabupaten Rokan Hilir antara lain di Kecamatan Pujud, Labuhan Tangga, Rantau Bais, Tanah  Putih, Teluk Beno, dan Kubu.  Menurut rilis BNPB lahan yang terbakar sebagian besar adalah lahan open akses, kebun masyarakat tanah ulayat, dan lahan swasta yang dikuasai masyarakat. Pembakaran dilakukan untuk pembersihan lahan dengan membakar sebelum dimanfatkan untuk perkebunan.

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18