Jaga Pasokan Pangan, Jokowi: Harus Berani Impor

"Kalau memang belum cukup, kami harus berani mengimpor. Kalau lebih, kami juga harus berani ekspor."

BERITA | NASIONAL

Kamis, 04 Agus 2016 18:16 WIB

Author

Dian Kurniati

Jaga Pasokan Pangan, Jokowi: Harus Berani Impor

Ilustrasi: Presiden Jokowi saat mengunjungi pasar manis Purokerto. (Foto: Biro Pers)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah harus berani mengimpor untuk menjaga pasokan komoditas pangan di pasar. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pesan Presiden itu disampaikan saat memberi arahan kepada para menteri bidang ekonomi dan seluruh kepala daerah di Indonesia dalam rapat tentang pengendalian inflasi.

Selain itu, kata Darmin, Jokowi juga berpesan agar berani mengekspor komoditas pangan apabila produksinya melebihi kebutuhan.

"Kalau untuk pangan, kami masih diberi waktu oleh Presiden selama tiga bulan untuk merumuskan kebijakan jangka menengah-panjang. Artinya, Presiden mengatakan kalau memang belum cukup, kami harus berani mengimpor. Kalau lebih, kami juga harus berani ekspor. Jadi kami juga harus bisa membangun bukan hanya kebijakannya, tetapi juga kelembagaannya," kata Darmin di Hotel Sahid, Kamis (04/08/16).

Darmin mengatakan, komoditas pangan biasanya merupakan penyebab utama inflasi. Sehingga, kata dia, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah harus kompak menjaga pasokan dan menekan lonjakan harga komoditas pangan di daerah.

Kata Darmin, pembenahan untuk menjaga pasokan pangan tidak hanya sebatas kebijakan. Lebih dari itu, kata Darmin, pemerintah juga bakal mengkaji ulang persoalan pasar.

Menurut Darmin, pasar menunjukkan sistem distribusi pangan. Padahal, di Indonesia  sampai sekarang belum ada pasar induk yang baik, apalagi pasar pengumpul hasil panen di daerah-daerah. Darmin memperkirakan, kajian itu akan rampung dalam dua hingga tiga bulan ke depan. Dengan demikian, Darmin berujar, kebijakan yang akan dibuat pemerintah akan tergambar dengan jelas.

Hari ini, pemerintah menggelar rapar koordinasi nasional tim pengendali inflasi daerah (TPID). Acara itu dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri semua kepala daerah di Indonesia.

Pada sambutannya, Jokowi menyebutkan empat kunci yang harus dijalankan untuk mengendalikan inflasi di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pertama, menyediakan anggaran pengendalian harga oleh seluruh pemda, agar ada intervensi apabila memang diperlukan.

Kedua, semua unsur-unsur di daerah, seperti pemda, Kepolisian, Kejaksaan, dan BI daerah, memeriksa pasokan bahan pokok di gudang penyimpanan secara rutin untuk memastikan ketersediannya. Ketiga, memastikan transportasi di daerah selalu lancar, karena menyangkut pengiriman bahan komoditas pangan. Keempat, menjaga distribusi barang di pasar, agar tidak kekuarangan atau kelebihan pasokan.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17