DPR Beri Waktu Sepekan Cari Pengganti Menteri Archandra

"Kita akan segera panggil pemerintah untuk bicarakan ini secara rapat kerja kita mulai minggu depan. (Artinya tenggat waktu pengganti?) Satu minggulah"

BERITA | NASIONAL

Senin, 15 Agus 2016 23:30 WIB

Author

Wydia Angga

DPR Beri Waktu Sepekan Cari Pengganti Menteri Archandra

Mensesneg Pratikno (kiri) didampingi Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi (kanan) memberikan keterangan pers terkait pemberhentian Menteri ESDM Arcandra Tahar dari jabatannya, di Jakarta,



KBR, Jakarta- DPR desak segera pilih pengganti Menteri ESDM  Archandra Tahar.  Sebagai mitra kerja Kementerian ESDM, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad mengaku kecewa dengan pencopotan  Archandra Tahar yang tak lama menjabat menggantikan Sudirman Said itu.

Fadel melihat hal ini sebagai pelajaran pemerintah untuk ke depannya lebih teliti lagi memilih kader pemimpin bangsa.

"Ya pasti mengejutkan karena dia kan sudah mempersiapkan mengganti Kepala SKK mau diganti, mau penggantian beberapa orang, Masela mau diatur kembali. Jadi sudah beberapa yang dipersiapkan, jadi terhenti lagi sekarang," ujar Fadel kepada KBR (15/8/2016)

Meski begitu, Fadel yakin banyak sosok profesional lain seperti dari Pertamina yang potensial menjadi pengganti posisi Menteri ESDM itu. Kata Fadel, pengganti Menteri ESDM mesti diputuskan segera karena Komisi VII akan mulai rapat kerjanya minggu depan. 

"Kita akan segera panggil pemerintah untuk bicarakan ini secara rapat kerja kita mulai minggu depan. (Artinya tenggat waktu pengganti?) Satu minggulah, menghadapi anggaran-anggaran dipotong-potong," pungkasnya.

Sementara itu, Pengamat Politik dari LIPI, Ikrar Nusa Bhakti menilai pencopotan merupakan langkah baik meski ia menyayangkan pencopotan baru dilakukan sekarang. Kejadian ini menurutnya, menjadi pelajaran berharga pemerintah untuk meneliti kewarganegaraan dan afiliasi seseorang sebelum memberinya kedudukan sebagai menteri. 

"Untuk menjadi seorang menteri itu kan perlu adanya Security Clearance, jangan sampai saya ambil contoh misalnya jabatan menteri itu menyebabkan conflict of interest antara dia sebagai Menteri ESDM Republik Indonesia dan kemudian harus mengurusi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan misalnya Amerika Serikat seperti Freeport dan lain-lain," papar Ikrar kepada KBR, Senin (15/6/2016).

Soal pengganti Archandra, Ikrar mengatakan, Plt Menteri untuk sementara masih bisa menjalankan tugasnya selama pencarian Menteri ESDM yang baru dilakukan.

"Kalau buat saya sih rapat anggaran kan karena Presiden sudah menunjuk Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri ESDM ad interim atau pengganti sementara, bagi saya sih tidak masalah karena itu kan sudah ada orang yang bertanggung jawab menangani itu. Dulu kan juga begitu, kalau ada menteri yang lagi ke luar negeri, ada rapat dengan DPR bisa ditangani menteri lain yang diangkat presiden sebagai Menteri ad interim untuk pembahasan rancangan anggaran kementerian yang menjadi mitra kerja komisi VII ataupun komisi IX atau yang lainnya juga," jelas Ikrar.
 
Archandra Tahar diberhentikan Presiden Joko Widodo secara hormat malam ini (15/8/2016). Presiden lantas menunjuk Menteri Kooordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai pelaksana tugas dan tanggung jawab Menteri ESDM.


Baca: Alasan Presiden Berhentikan Menteri Archandra


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Tingginya Kasus Positif COVID-19 pada Anak

Cegah Krisis Pangan di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 8

Covid-19, IDAI Ungkap Kematian Anak Capai Ribuan Perminggu