Beking Narkoba, BNN Sudah Ambil CCTV dan Buku Tamu Nusakambangan

Jika terbukti, akan diserahkan kepada Polri.

BERITA | NASIONAL

Senin, 08 Agus 2016 20:43 WIB

Author

Muhammad Andi

Beking Narkoba, BNN Sudah Ambil CCTV dan Buku Tamu Nusakambangan

Bekas eks Kalapas Nusakambangan Liberti Sitinjak diperiksa BNN (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku telah mengambil sejumlah barang-barang dari Lapas Klas I Nusakambangan untuk diperiksa tim internal.

Kepala BNN, Budi Waseso menjelaskan, nantinya barang-barang yang diminta itu akan digunakan sebagai alat penelusuran dalam rangka mengklarifikasi pengakuan Fredy Budiman. BNN, lanjut Budi, juga akan berencana bekerja sama dengan pihak kepolisian bila pengakuan Fredy terbukti.

"Sudah kita minta semua CCTV, (dan) buku tamu kita minta semua untuk kita (melakukan) penelusuran. Dan bilamana benar, itu juga alat bukti yang kita serahkan pada Polri. Jadi oknum anggota kami di BNN, manakala ini terbukti, akan diperiksa oleh Polri. Karena ini pidana murni," tutur Budi Waseso kepada wartawan, Senin (08/08/2016).

Namun demikian, BNN tidak berniat untuk membuat tim investigasi gabungan antara BNN, Kepolisian, dan TNI. Pasalnya, sambung Budi, hal ini adalah kewenangan masing-masing lembaga. Budi memaparkan, BNN hanya harus membuktikan informasi yang disampaikan Fredy Budiman tentang pemberian suap pada salah satu anggota BNN sebesar Rp 450 miliar.

"Kalau ada oknum bintang dua dari TNI, itu kewenangan TNI. Jadi saya tidak mencampuri. Apalagi yang menyangkut pejabat Polri yang menerima uang sampai Rp 90 miliar. Itu kewenangan internal Polri. Saya konsentrasi terhadap internal saya (BNN) yang mendapat uang sebesar Rp 450 miliar," ucap Budi.

Budi pun mengaku akan komitmen terhadap penyelesaian klarifikasi informasi dari Fredy Budiman ini. BNN, imbuh Budi, tidak akan terus mengelak jika informasi tersebut terbukri.

"Jangan terus kita seolah-olah jadi panas-dingin begitu adan informasi (kontroversial) begini. Kita harus terbuka. Kita harus membuktikan benar atau tidak informasi ini. Karena ini utnuk kebaikan kita semua, terutama untuk kebaikan BNN ke depan.

Ditawari Uang Freddy?

Sementara itu usai diperiksa tim internal BNN, bekas Kepala Lapas Klas I Nusakambangan, Liberti Sitinjak enggan menjelaskan perihal isu pemberian uang miliaran rupiah dari Freddy Budiman.

"(Katanya, Fredy Bdiman pernah menawarkan bapak uang sebesar Rp10 miliar pak. Apakah betul?) Kan hak dia (untuk) menawarkan, tapi hak saya (untuk) menolak. (Jadi bapak pernah ditawarkan?) Kan saya sudah jawab. Adalah hak dia (untuk) menawarkan, tapi hak saya (untuk) menolak," silat Sitinjak

Ia pun bercerita, merasa tertekan ketika bertugas di Nusakambangan. Alasannya, lapas tersebut dihuni oleh terpidana dari berbagai macam negara. Sitinjak juga bercerita, ia pernah ditawari uang dengan jumlah yang besar.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18