Share This

Satelit Lapan Mampu Bertahan 50 Tahun di Orbit

Lapan luncurkan satelit bulat depan

BERITA , NASIONAL

Selasa, 18 Agus 2015 10:41 WIB

Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin (Situs Lapan)

KBR, Jakarta - Satelit Lapan A2/Orari buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional LAPAN akan mampu bertahan hingga tiga tahun dan bertahan di orbit lebih dari 50 tahun. Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin mengatakan tak hanya misi kemaritiman, misi lingkungan dan kebencanaan juga akan menjadi misi satelit tersebut. Satelit akan diluncurkan 27 September dari Pusat Antariksa Satish Dhawan, Sriharikota, India. Namun, kata dia, India hanya menjadi negara peluncur saja, sedangkan stasiun penerima data berada di Indonesia.

"Perkiraan kekuatan sensornya itu 2-3 tahun. Tetapi satelit A1 yang diluncurkan 2007 perkiraan sampai 3 tahun ternyata sampai 6 tahun. Ini sekaligus memang dipadukan ya. Untuk lingkungan itu dengan dua jenis kamera, yakni kamera video dan citra. Sedang maritim yakni untuk pemantauan kapal." Kata Thomas.

LAPAN A2/Orari adalah satelit pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibuat ahli-ahli Lapan memakai fasilitas produksi dan fasilitas uji di Indonesia. Satelit LAPAN-A2 dilengkapi dengan kamera digital memiliki resolusi 4-5 meter yang mampu melakukan pemetaan bumi termasuk deteksi kapal-kapal di perairan. Pembuatan LAPAN A2 butuh dana Rp 35 miliar-Rp 40 miliar. Biaya peluncuran, 550.000 dollar AS atau setara Rp 7,6 miliar. Nantinya LAPAN A2 akan ditempatkan di orbit pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi. 

Editor: Rony Sitanggang
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.