KSPI: Samsung Abaikan K3 Buruhnya

Namun di negeri asalnya, Korea Selatan, Samsung atau perusahaan pemasok komponennya melahirkan banyak masalah, terutama terhadap pekerjanya.

BERITA

Senin, 25 Agus 2014 16:05 WIB

Author

Vitri Angreni

KSPI: Samsung Abaikan K3 Buruhnya

Indonesia, Samsung, buruh, K3, KSPI

KBR, Jakarta - Raksasa telepon seluler (ponsel) dan elektronik Korea Selatan, Samsung Corp, akan berinvestasi dan membangun pabrik ponsel serta menambah kapasitas pabrik elektronik di Indonesia mulai akhir tahun ini.

Namun di negeri asalnya, Korea Selatan, Samsung atau perusahaan pemasok komponennya melahirkan banyak masalah, terutama terhadap pekerjanya. Tercatat, sekitar 60 tewas dalam 6-7 tahun terakhir akibat kanker.

Juru Bicara Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Rony Febrianto, khawatir hal sama juga akan terjadi di Indonesia. Menurut informasi yang dia terima perusahaan Samsung sangat mengabaikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) buruhnya.

Apa saja upaya KSPI untuk mencegah hal ini. Simak wawancara selengkapnya dalam Program Sarapan Pagi KBR (15/8) berikut ini.

Catatan Anda terhadap rekam jejak Samsung, apakah sama banyak buruknya seperti yang disampaikan Korea Workers' Compensation and Welfare Service?

“Kebetulan kami dari KSPI khususnya afiliasi kita di SPMI memang punya hubungan khusus Korea Metal Workers Union (KWMU). Dia memang sedang mengkampanyekan beberapa hal terkait dengan kebijakan dari Samsung yang pertama dia tidak menginginkan adanya serikat buruh di perusahaan Samsung seluruh dunia. Itu yang paling fundamental dimana dia melanggar hak berserikat atau secara mendasar sebetulnya kalau dilihat konstitusi mereka sebenarnya tidak layak ada di Indonesia, karena melanggar Pasal 28 tentang kebebasan menyatakan pendapat dan berorganisasi.”

“Jadi memang sepertinya ada suatu rencana besar dari Samsung supaya mereka bebas melakukan eksploitasi terhadap tenaga kerja. Jadi memang ini sudah dikondisikan dari Samsung pusat. Kedua dari informasi yang saya dapat beberapa mantan pekerja Samsung di Korea banyak sekali meninggal dunia karena kanker. Karena beberapa perusahaan terutama untuk LCD itu menggunakan bahan-bahan berbahaya. Memang tidak langsung meninggal dunia, tapi pada saat mereka setelah 15 tahun dampaknya terasa. Sehingga KWMU, serikat pekerja Samsung sedunia terus mengkampanyekan agar berhati-hati terhadap investasi Samsung terutama yang menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya.”

Walaupun menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya biasanya ada tindakan proteksi terhadap pekerjanya misalnya pakaian pelindung dan sebagainya. Apakah ini tidak terjadi?

“Informasi yang saya dapat dari serikat buruh di Korea ini tidak mungkin dilakukan. Karena mereka di sana sulit melakukan pemantauan, K3 sangat diabaikan oleh perusahaan Samsung. LCD itu menggunakan cairan kimia sehingga terpapar, terhirup macam-macam sehingga sangat sulit dideteksi.”

Apakah perusahaan Samsung yang ada di Indonesia saat ini televisi dan sebagainya tidak ada pengawasan?

“Kita pernah berusaha untuk mengorganisir Samsung Indonesia. Dua tahun lalu kita mengorganisir sudah mendapatkan 200 anggota di sana. Tapi lagi-lagi mereka tidak ingin ada pengawasan dari pihak serikat buruh. Akhirnya ada satu kasus besar di sana dimana kita direpresi oleh para preman yang terindikasi dibayar oleh perusahaan Samsung. Sehingga memang mereka sepertinya berusaha supaya bebas melakukan apa saja sesuai para pengusaha di sana. Memang kita tidak tahu apa sikap dari dinas tenaga kerja, khususnya pengawasan di Bekasi sehingga mereka tidak pernah melakukan inspeksi ke dalam perusahaan.”

Terkait dengan rencana perusahaan Samsung untuk menambah investasi di Indonesia untuk yang bagian ponsel. Apakah ada desakan dari KSPI terhadap pemerintah?

“Sebetulnya secara prinsip kita balik pada konstitusi tadi. Kita ingin semua perusahaan masuk ke Indonesia menghormati konstitusi dimana ada kebebasan berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat dan dijabarkan dengan UU No. 21 Tahun 2000. Seharusnya pemerintah menerapkan aturan yang ketat terhadap konstitusi dan UU No. 21 Tahun 2000 sehingga ini jadi salah satu persyaratan. Semua investasi yang masuk harusnya menghormati konstitusi dan aturan hukum Indonesia. Itulah yang harusnya dilakukan sehingga pemerintah paling tidak mendorong terbentuknya serikat pekerja, serikat buruh.”

“Memang ada kita tahu seperti di Bekasi waktu itu mereka membuat serikat tandingan SPTP (Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan) seolah-olah mereka mengakali perundangan atau mereka bicaranya harmoni. Ini dianggap sebagai legalisasi seolah-olah mereka tidak melanggar aturan hukum tapi ini menurut kami hanya akal-akalan. Harusnya pemerintah melakukan pengawasan secara ketat terhadap investasi yang masuk dan juga terkait dengan K3.”

“Harusnya Dinas Tenaga Kerja sering-sering melakukan inspeksi terhadap kondisi yang ada di lapangan. Karena ini sebetulnya kalau kita bicara sumber daya manusia nilainya tidak terduga, artinya harusnya negara memproteksi manusia atau tenaga kerja yang ada di Indonesia. Memang ada indikasi Samsung itu pertama Indonesia itu pasar sehingga mereka akan memotong biaya pengiriman yang sekarang basisnya di Vietnam itu tujuan pertama dia, artinya biaya akan lebih murah. Kedua memang mereka meminta kebebasan pajak selama 10 tahun, artinya memang bisa jadi bea ekspor impor tidak kena pajak artinya kita kehilangan devisa. Rugi sebetulnya negara secara tidak langsung.”

Sebetulnya perusahaan yang lebih diuntungkan?

“Iya. Karena kita tahu Samsung ini terkenal sebagai “pesaing” yang sangat kuat terhadap Apple, android memang secara teknologi dia sudah kuat bersaing. Kalau kita lihat dari pasar produk-produk Samsung bisa bersaing, kalau kita lihat harga android Samsung ini setengah dari Apple. Artinya memang dia terus berusaha supaya biayanya murah dan yang ditekan adalah tenaga kerja."


"Contoh saya punya keyakinan dia akan menggunakan daerah Jawa Tengah karena upahnya sangat murah. Kita bandingkan contoh Jabodetabek upahnya di tataran Rp 2 juta di sana mungkin hanya Rp 1 juta. Kenapa Jawa Tengah, pertama upahnya lebih murah, kedua serikat buruh di sana sangat lemah sehingga mereka akan mengeruk keuntungan dari negeri ini.”           


Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14