Uji Coba NASA Pada Manusia Kembar

Apa yang kamu bayangkan tentang luar angkasa? Pikiran kamu pasti melayang pada ruang gelap dengan banyak bintang dan planet.

Senin, 26 Agus 2013 16:08 WIB

Author

Feriani Untari

Uji Coba NASA Pada Manusia Kembar

NASA, Scott Kelly, Mark Kelly, kembar, uji coba

Apa yang kamu bayangkan tentang luar angkasa? Pikiran kamu pasti melayang pada ruang gelap dengan banyak bintang dan planet, dan tentunya tidak ada gravitasi! Luar angkasa bukan tempat tempat yang ramah. Tubuh manusia akan memberontak bila berada dalam situasi yang beda banget dengan bumi yang ada gaya gravitasinya. Makanya nih, 40% dari para astronot akan muntah begitu menyentuh luar angkasa. Ada juga yang enggak sih, tapi mereka terus merasa pusing dan lelah. Ketidaknormalan ini akibat penyesuaian terhadap gravitasi nol.


Nah, berdasarkan hasil itu, badan antariksa Amerika NASA ingin mempelajari bagaimana luar angkasa akan mempengaruhi tubuh manusia. Mereka melakukan uji coba itu pada dua saudara kembar. 


NASA mengirim saudara kembar identik sesama astonot, Scott dan Mark Kelly. Mark Kelly telah menyelesaikan empat misi ulang-alik dan menghabiskan total 54 hari di ruang angkasa. Sedangkan Scott Kelly telah menyelesaikan dua penerbangan pesawat ulang-alik, termasuk enam bulan tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mark saat ini telah pensiun dari NASA, tetapi Scott masih aktif melakukan penerbangan. Scott sedang disiapkan untuk berangkat setahun penuh dengan kapan ISS pada awal Maret 2015. 


Lalu apa istimewanya penelitian ini hingga adanya saudara kembar yang astronot menjadi begitu penting bagi NASA?  Manusia kembar sangat berharga bagi para ilmuwan untuk memahami tubuh manusia, karena perbandingan genetik keduanya yang sempurna. NASA akan menjalankan tes perbandingan pada Scott dan Mark, baik selama dan setelah misi selama setahun.
NASA akan menggunakan hasil penelitian ini untuk mencoba mengurangi risiko bagi astronot masa depan. Termasuk bila nanti manusia ingin menjelajah tempat-tempat jauh seperti Mars dan Europa (satelitnya Jupiter). Soalnya untuk mencapai tempat-tempat itu membutuhkan waktu yang lama, bisa memakan waktu bertahun-tahun. (timeforkids)


Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Upaya Kurangi Risiko Bencana Iklim

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Perkara Bukber Tahun ini

Kabar Baru Jam 10