Studi: Facebook Bikin Kita Sedih

Sosial media seperti Facebook membuat jarak dan waktu kita untuk buat bertemu dan bersosialisasi semakin mudah.

Kamis, 22 Agus 2013 13:26 WIB

Author

Feriani Untari

Studi: Facebook Bikin Kita Sedih

Facebook, sosial media, sedih, studi, penelitian

Sosial media  seperti Facebook membuat jarak dan waktu kita untuk buat bertemu dan bersosialisasi semakin mudah. Tapi apakah itu bikin kita bahagia? Memang kadang kita bisa senyum-senyum sih baca status teman-teman yang lucu-lucu. Tapi ternyata dampak yang ditimbulkan bukan kebahagiaan loh, justru sebaliknya. Ini kata sebuah penelitian di Michigan.
 
Studi terbaru dari Universitas Michigan, Amerika menemukan kalau semakin sering orang mengecek Facebook, semakin mereka merasa sedih akan kehidupan mereka. Untuk mengukur perasaan pemakai Facebook, tim peneliti mengumpulkan sekelompok kecil anak muda pengguna Facebook di Michigan dan bertukar pesan dengan mereka 5 kali sehari selama 2 minggu. Setiap pesan dihubungkan dengan survei online dan menanyakan bagaimana perasaan mereka. Sebagai tambahan agar dapat mengetahui seberapa sering mereka mengecek Facebook, subjek pembicaraannya seputar tingkat kegelisahan dan kesepian atas kepuasan diri terhadap hidupnya.
 
Peneliti juga bertanya pada orang-orang untuk mengukur kepuasan hidupnya pada awal dan akhir studi, dan menemukan bahwa kepuasan mereka terhadap hidupnya menurun. Sebagai pembanding, studi tersebut menemukan interaksi tatap muka membawa partisipan merasa lebih baik.
 
“Lebih dari jutaan orang bergantung pada Facebook, dan setengah dari mereka log in setiap hari,” kata pakar sosial-psikologi University of Michigan Ethan Kross, pemimpin penelitian tersebut. “Di permukaan, Facebook menawarkan media penghubung sosial yang tiada banding yang merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun bukannya sebagai sumber kebahagiaan, kami menemukan hal yang sebaliknya, berefek kepada remaja.”

Nah, bagaimana menurutmu. Apa yang kamu rasakan saat menggunakan Facebook? (edition.cnn)


Editor: Vivi Zabkie

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste