Pengusaha: Tak Ada Kartel dalam Perdagangan Kedelai

KBR68H, Jakarta - Ketua Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo menyatakan, lonjakan harga kedelai saat ini bakal diperparah oleh menipisnya stok di koperasi sentra tempe dan tahu.

BERITA

Selasa, 27 Agus 2013 09:30 WIB

Author

Doddy Rosadi

Pengusaha: Tak Ada Kartel dalam Perdagangan Kedelai

kartel, perdagangan kedelai, rupiah melemah

KBR68H, Jakarta - Ketua Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Sutaryo menyatakan, lonjakan harga kedelai saat ini bakal diperparah oleh menipisnya stok di koperasi sentra tempe dan tahu. Melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar berdampak kepada harga bahan baku tahu tempe yakni kedelai impor. Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) menilai, penghapusan sementara bea masuk impor tidak dapat menekan harga kedelai di dalam negeri secara signifikan. Sebab, penghapusan itu hanya bisa menurunkan harga kedelai sekitar Rp 400 perkilogram. Apa solusi yang ditawarkan pemerintah kepada produsen tahu dan tempe? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Sutami bersama Direktur Eksekutif Asosiasi Kedelai Indonesia Yusan dalam program Sarapan Pagi

Kabarnya ada pertemuan para asosiasi dengan Kementerian Perdagangan semalam?

Iya semalam itu untuk menjelaskan surat persetujuan impor yang akan diberikan kepada masing-masing perusahaan importir.

Sudah ada hasilnya?

Semalam belum diketahui hasilnya. Alokasi sudah diberitahu secara total, bahwa alokasi impor tahun ini lebih kurang sama dengan tahun lalu.

Berapa banyak?

Sisa yang akan dibagikan 584 ribu ton.
 
Masih dengan bea masuk 5 persen?

Mengenai bea masuk belum disampaikan. Tapi dari asosiasi memang ada usul untuk mengurangi peningkatan harga akibat pelemahan rupiah itu bea masuk 5 persen kalau bisa dihapuskan.

Yang paling signifikan kalau begitu apa yang harus dilakukan pemerintah?

Tentu yang paling utama signifikan dalam arti bahwa ini dengan pelemahan rupiah kemudian harga supaya turun tentu saja tidak sulit dicapai. Karena rupiah sekarang ini sudah melemah lebih dari 10 persen.
 
Harga semula berapa?

Harga kedelai semula dipatok Kementerian Perdagangan itu Rp 7.450 kepada pengrajin.

Kalau bea masuk 5 persen hanya sekitar Rp 500 per kilogram, tapi kalau jumlahnya cukup banyak ini besar juga ya?

Artinya tetap ada pengaruh terhadap harga. Tapi saya mendengar bahwa pasokan ini harus kita jaga sebab kalau rupiah melemah ditambah pasokan hilang ini lebih mengganggu keadaan. Karena jauh lebih baik jika memang katakan karena rupiah melemah kemudian terpaksa harga naik, tetapi pasokan selalu ada itu jauh lebih baik.

Kabarnya pasokan sebenarnya ada cuma belum bisa keluar dari pelabuhan-pelabuhan. Ini sudah dibicarakan dengan Kementerian Perdagangan semalam?

Bukan tidak keluar. Artinya pemerintah itu telah melakukan maksimal, sehingga tidak ada hal-hal misalnya barang terhambat di pelabuhan sebab kalau memang ada sebagian kecil terhambat begitu disampaikan ke perdagangan segera dibantu diselesaikan. Sehingga menurut saya, keterhambatan di pelabuhan itu tidak menjadi hal yang saat ini merisaukan. Jadi memang saya akui Kementerian Perdagangan itu betul-betul melakukan upaya untuk jangan sampai terlalu jauh meningkat harga ini, tidak proporsional.

Para pengrajin mengeluhkan pasokan di pasaran, sebetulnya berapa banyak para pengusaha menggelontorkan kedelai ke pasar?
 
Kita mengetahui kebutuhan dari para pengrajin ini tentu pengusaha sudah mempunyai segmen market masing-masing. Tapi kalau ada suatu tempat yang mungkin saja kekurangan itu bisa terjadi tapi secara nasional tidak ada kekurangan. Kalau berdasarkan semalam langkah yang akan ditempuh perdagangan saya berharap sampai akhir tahun masalah kedelai ini tidak ada kekurangan.

Kalau dari importir sendiri harga kedelai berapa sehingga kemudian di pengrajin bisa sampai Rp 9 ribu sampai Rp 10 ribu?
 
Itu agak susah sekali kalau kita melihat pengimpor. Karena pengimpor itu ada yang menggunakan Panamax dalam arti bahwa itu akan lebih efisien dibanding mengimpor menggunakan kontainer, itu biayanya akan lebih tinggi. Tapi dengan kondisi saat ini ya mungkin harga kalau kita lihat rupiah melemah 10 persen, mungkin harga dari pengimpor sekitar Rp 8.000 sampai Rp 8.500. Sekarang ini importir terbuka, artinya kalau para pengrajin itu mau membeli langsung dari importir itu terbuka, mau beli berapa ton saja dibuka. Tetapi ya memang pola-pola bisnis dari kedelai ini sudah terbentuk ya ada juga diantaranya para distributor, kemudian ditambah lagi redealer. Karena hanya sebagian dari pengrajin yang mempunyai keuangan yang memadai untuk melakukan permintaan langsung dari importir.
 
Kalau 100 kilogram dikasih juga?

Berapapun.

Hanya saja sudah terbentuk lewat distributor dan sudah habis diambil oleh para distributor?

Tidak begitu, itu bisa salah pengertian. Distributor itu sudah ada yang memberikan pinjaman, saya memberitahu bahwa kondisi keuangan pengrajin ini tidak sama. Ada yang selama ini hubungan dengan distributor selalu mendapatkan pinjaman, ambil dulu bayar belakangan.

Sebetulnya pasokan cukup berapa bulan secara teori?

Secara teori sampai tiga bulan ke depan cukup. Karena umumnya dari Amerika atau Amerika Latin tapi sebagian besar dari USA sehingga perlu waktu sekitar dua bulan untuk mendatangkan kedelai itu. Oleh karena itu memang stok yang paling bagus dipersiapkan sekitar tiga bulan.

Selama ini pemerintah menerapkan Harga Eceran Tertinggi ini berjalan atau tidak?

Selama ini itu digunakan sebagai dasar. Jadi awalnya itu berjalan Rp 7.450 artinya kalau ada yang mau lebih rendah dari itu boleh-boleh saja. Itu berjalan bahkan ada yang masih menjual pada waktu itu di bawah harga yang ditetapkan.
 
Sampai sebelum lebaran kemarin?

Sampai tidak ada pelemahan rupiah itu mereka masih kuat.

Ada semacam permainan atau kartel jadi kedelai disimpan menunggu harganya lebih tinggi kemudian dilepas. Tanggapan dari pengusaha bagaimana?

Kalau orang mengerti sifat perdagangan kedelai itu tidak sama dengan bawang. Karena setiap importir memiliki karakteristik kedelai yang berbeda seperti kedelai yang sudah dibersihkan, jumlah pecahan yang berbeda sehingga sudah standar itu semua harganya beda. Saya mengatakan bahwa para importir ternyata memang sulit melakukan kartel, bahkan mereka bersaing sangat ketat. Sehingga asosiasi berupaya mengatasi hal-hal tersebut. Pengamatan saya ya selama di asosiasi tidak ada sama sekali kartel di dalam tapi yang ada persaingan antara mereka.

Ada berapa jumlah importir?

Lebih kurang dua puluhan. Tapi ada importir yang kadang-kadang aktif karena kondisi keadaan dia berhenti di bulan ini nyambung lagi di bulan berikutnya. Yang continue itu sekitar lima belasan tapi yang besar empat sampai lima perusahaan. 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18