Jangan Ganggu Habitat Elang Jawa!

KBR68H, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur melakukan sensus populasi elang Jawa, Spizaetus Bartelsi.

BERITA

Selasa, 06 Agus 2013 12:10 WIB

Author

Doddy Rosadi

Jangan Ganggu Habitat Elang Jawa!

elang jawa, habitat, sensus

KBR68H, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur melakukan sensus populasi elang Jawa, Spizaetus Bartelsi. Langkah ini diambil setelah burung pemangsa ini dinyatakan terancam punah dan berstatus dilindungi.  Berapa lama sensus terhadap Elang Jawa ini akan dilakukan? Simak perbincangan penyiar KBR68H Agus Luqman dan Sutami dengan Kepala Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari dalam program Sarapan Pagi

Sensus terhadap elang Jawa sudah selesai dilakukan?

Sudah. Jadi sekitar dua minggu yang lalu kita lakukan.
 
Apa hasilnya?

Kita ketemu sepulu ekor elang Jawa di kawasan Semeru, kemudian ada beberapa jenis elang yang lain kita temukan.

Sensus elang ini bagaimana?

Teman-teman selama beberapa hari duduk manis di beberapa lokasi mengamati, melihat ke atas.

Titik yang diduga ada sarang burung elang ini di berapa titik?

Sementara baru dua titik yang kita lihat di kawasan Semeru itu di Coban Trisula dan Jabung. Di dua lokasi itu memang kawasannya masih sangat bagus sekali dan pakannya tersedia di situ, sehingga populasi elang masih cukup banyak di situ.

Sensus dilakukan berapa lama?

Sekitar dua minggu.

Ada penurunan atau pertambahan dari September tahun lalu?

Yang lalu kami hanya ketemu lima ekor, sekarang sepuluh ekor.
 
Ini sudah bisa dipastikan mereka berkembangbiak atau dari daerah lain?

Kami tidak bisa memastikan secara detil. Karena antara Taman Nasional Semeru dengan Taman Nasional Alas Purwo, Baluran, dan Meru Betiri itu hampir connecting. Daya jelajahnya elang ini memang luas ya, sehingga kami tidak bisa memastikan apakah asli dari Semeru atau dari yang lainnya. Itu satu hal yang bagus sekali karena teman-teman juga ketemu sarangnya.

Ini kalau berkembang biak susah atau tidak?

Kalau jumlahnya cuma segitu ya anda bisa melihat bahwa itu sangat susah berkembang biak. Apalagi mereka butuh pakan yang harus tersedia dan populasi mereka terdesak karena habitat mereka sudah sangat terbatas sekali.

Apa prasyarat elang ini hadir di suatu tempat?

Yang pasti Semeru itu wilayahnya hutan hujan tropis yang masih cukup utuh. Sehingga banyak satwa yang dilindungi masih ada di sana, habitat kera hampir semua wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini lutung dan kera itu banyak sekali  terdapat. Mungkin itu menjadi salah satu jenis pakan elang Jawa itu.

Dia makan kera?

Bisa jadi seperti itu karena elang Jawa pemangsa ya.

Selain data pada September tahun lalu patokan datanya ada lagi?

Tahun 2011 kita hanya ketemu tiga ekor.

Ada yang menyebutkan populasi sulit ditemukan karena banyak wisatawan  yang datang. Benar begitu?

Kebetulan kalau elang Jawa yang ditemukan ini kondisinya ada di wilayah Semeru. Itu boleh dibilang tidak ada wisatawan yang masuk ke sana karena memang hutannya masih alami. Sedangkan yang wisatawan datang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru itu lebih banyak ke Bromo, di Bromo itu hampir tidak ada elang karena kondisi habitatnya memang sangat berbeda.
       
Ada kemungkinan mereka ini imigran dari daerah lain ya?

Bisa imigran tapi yang jelas kami ketemu sarang juga.

Ada langkah ke depan misalnya menambah jumlah elang Jawa ini? apa yang akan dilakukan?

Yang harus kita lakukan adalah menjaga ekosistemnya, menjaga habitatnya supaya itu tetap sesuai untuk keberlangsungan populasi dari elang Jawa itu sendiri. Pastinya kita tidak bisa melakukan sendiri tapi kita juga harus mengkampanyekan ke masyarakat untuk jangan mengganggu habitat dari satwa itu.
  

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Saga Akhir Pekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18