covid-19

Kasus Meningkat, Balikpapan Terapkan PPKM Darurat Mulai Kamis ini

“Balikpapan masuk dalam PPKM Darurat jadi langkah-langkah yang kita ambil sesuai petunjuk dari pusat di antaranya menutup mal,"

BERITA | NUSANTARA

Kamis, 08 Jul 2021 11:22 WIB

Kasus Meningkat,  Balikpapan Terapkan PPKM Darurat Mulai Kamis ini

Ilustrasi (Foto: Antara)

KBR, Balikpapan- Kota Balikpapan, Kalimantan Timur memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) Darurat mulai 8-20 Juli 2021 akibat lonjakkan kasus covid-19 dan kasus kematian dalam dua pekan terakhir. Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, dengan diterapkannya PPKM Darurat maka seluruh kebijakkan mengikuti PPKM Darurat yang diterapkan di Jawa dan Bali

Di antaranya ditiadakannnya salat Jumat selama dua pekan. Termasuk juga Salat Iduladha hanya di rumah. Termasuk kegiataan keagamaan lainnya yang non muslim.

Lalu pusat perbelanjaan juga hanya sampai pukul 17.00 waktu setempat, sudah harus tutup. Begitupun restoran ataupun rumah makan hanya sampai pukul 20.00.

Kemudian lima ruas jalan utama juga ditutup sementara khususnya yang ramai dilalui masyarakat. Namun hanya selama lima jam, mulai pukul 17.00 – 22.00 Wita.

“Balikpapan masuk dalam PPKM Darurat jadi langkah-langkah yang kita ambil sesuai petunjuk dari pusat di antaranya menutup mal. Adapun tempat ibadah arahan dari pusat itu kan menutup, jadi kebijakkan kita adalah bukan menutup tapi meniadakan dulu salat Jumat berjamaah dalam dua minggu ini, kan bisa kita ganti dengan salat Zuhur karena ini kondisi darurat,” ujarnya, Rabu (07/07/2021) malam

Hingga Rabu (07/07/2021), jumlah kasus aktif covid-19 di Kota Balikpapan mencapai 2.358 orang yang dirawat di rumah sakit maupun menjalani isolasi mandiri.

Sementara kasus positif baru 198 orang dan 10 kasus kematian pada Rabu. Sehingga seluruhnya 692 kasus kematian.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Layanan Identitas Kependudukan bagi Kelompok Transpuan

Kabar Baru Jam 8

Seruan untuk Lindungi Nakes di Daerah Rawan

Kabar Baru Jam 10