Terdampak Pandemi, Kemenkop Siapkan Pinjaman Lunak untuk UKM

"Relaksasi pinjaman, pajak dihapuskan dan juga subsidi cicilan bunga dan juga didorong pembiayaan program baru"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 14 Jul 2020 11:38 WIB

Author

Rony Sitanggang, Resky Novianto

Terdampak Pandemi, Kemenkop Siapkan Pinjaman Lunak untuk UKM

Tangkapan layar diskusi Ruang Publik KBR bersama Menkop dan UKM Teten Masduki, Senin (13/07).

KBR, Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM memprioritaskan bantuan pembiayaan bagi usaha Kecil, Menengah yang mengalami krisis karena terdampak pandemi. 

Saat berbincang di Program Ruang Publik KBR, Senin (13/7/2020) Menteri Teten Masduki mendorong sebagian pengusaha mikro ini bisa menjadi target  program jaminan sosial.

"Yang kedua, yang punya masalah dengan keuangan akan didorong program relaksasi.  Yaitu relaksasi pinjaman, pajak dihapuskan dan juga subsidi cicilan bunga dan juga didorong pembiayaan program baru." kata Teten.

Ia menambahkan pemerintah menyiapkan  pinjaman baru sejumlah hingga Rp100 triliun bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Pinjaman usaha itu, menurut Teten, berbunga rendah. 

Bantuan Modal

Presiden Joko Widodo menyalurkan bantuan modal kerja kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang terdampak pandemi Covid-19. 

Jokowi mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan kepada 12 juta pelaku UMK. 

Dana bantuan modal yang dikucurkan pemerintah kepada pelaku UMK sebesar Rp28,8 triliun.

"Ini bantuan modal kerja ini memang isinya tidak banyak, Rp2,4 juta. Tolong diterima, digunakan semuanya untuk tambahan modal kerja Bapak Ibu semuanya. Ini kita mulai dan kita harapkan nanti jutaan pedagang kecil yang akan kita berikan ini. Ini adalah yang pertama kali," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2020).

Sebagai tahap awal, Jokowi langsung membagikan bantuan tersebut kepada beberapa pelaku UMK di Kompleks Istana Kepresidenan. 

Jokowi menyebut, pendapatan usaha pelaku UMK anjlok akibat pandemi Covid-19.

Editor: Agus Lukman

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Pemerintah Gagal Manfaatkan Peluang?