Pandemi, HUT ke-75 RI akan Digelar Virtual

"Walaupun format tidak sesuai dengan yang kita rencanakan semula, perayaan hari ulang tahun ke 75 Republik Indonesia ini tetap harus hikmat."

BERITA | NASIONAL

Senin, 06 Jul 2020 21:35 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pandemi, HUT ke-75 RI akan Digelar Virtual

Ilustrasi Bentangan Bndera Merah Putih. Antara Foto/ Zabur Karuru.

KBR,Jakarta- Menteri Sekretaris Negara, Pratikno mengatakan saat ini pemerintah tengah menyusun kegiatan untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. 

Ia mengatakan adanya Pandemi Covid-19, membuat semua kegiatan besar yang telah disusun batal. Sehingga pemerintah harus menyusun kembali kegiatan 17-an dengan metode daring.

“Namun demikian walaupun format tidak sesuai dengan yang kita rencanakan semula, perayaan hari ulang tahun ke 75 Republik Indonesia ini tetap harus hikmat,” ujar Pratikno, dalam konferensi pers HUT ke-75 RI, Senin (06/07/2020).

Kendati demikian, Pratikno mengatakan pemerintah akan tetap mengupayakan adanya perayaan yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. 

Bahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, akan ada banyak pertunjukan seni yang melibatkan masyarakat kreatif untuk ditampilkan pada saat dan sebelum upacara berlangsung.

“Benar nanti upacara ini sangat terbatas, tetapi sebelum perayaan ini akan kita tampilkan juga sekitar 30 menit, berbagai macam kreatifitas melalui televisi, dan juga pada saat penurunan bendera durasinya akan lebih lama, sebelum penurunan bendera ada 60 menit berbagai macam atraksi dan kreativitas melalui virtual dengan kreatifitas yang sedang dipersiapkan anak-anak bangsa kita,” ujar Wishnutama, dalam kegiatan yang sama.

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menambahkan bahwa upacara hanya akan diikuti oleh beberapa petugas upacara saja, tidak mengundang warga dan mengurangi jumlah paskibraka. 

Tak hanya itu, agenda ini akan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

“Karena keterbatasan yang di istana itu presiden beserta ibu, wapres beserta ibu dan seluruh pejabat yang bertugas. Contoh, petugas yang membacakan doa, proklamasi dan panglima TNI juga polri. Kebiasaan mengundang masyarakat itu kami tidak," ujar Heru. 

Terkait paskibra tentunya mempertimbangkan Covid-19 sehingga paskibra yang digunakan hanya tiga orang plus satu. diambil dari paskibra 2019 yang tidak naik di tahun tersebut,” Imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah telah merencanakan untuk membuat acara besar memperingati HUT ke-75 RI dengan berbagai kegiatan, salah satunya karnaval internasional. 


Editor: Ardhi Rosyadi 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

ODHA Perempuan Bertahan di Tengah Pandemi (Bag 1)

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20

Uji Coba Vaksin Sinovac Fase 3

Kabar Baru Jam 19