Setahun Pasca-Gempa, 40 Persen Sekolah di Lombok Utara Masih Rusak

“Kalau saya boleh persentasekan, 60 persen sudah tertangani," kata Bupati Lombok Utara.

BERITA | NUSANTARA

Jumat, 19 Jul 2019 17:23 WIB

Author

Zainudin Syafari

Setahun Pasca-Gempa, 40 Persen Sekolah di Lombok Utara Masih Rusak

Pekerja membangun rumah bantuan untuk korban gempa di Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Rabu (10/7/2019). (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

KBR, Mataram - Menjelang satu tahun pascagempa, bangunan sekolah di Lombok Utara masih banyak yang rusak.

Meski begitu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar optimis sekolah-sekolah yang rusak itu bisa segera terbangun lagi.

“Kalau saya boleh persentasekan, 60 persen sudah tertangani. Karena sekolah-sekolah sekarang banyak yang sudah kita bangun, baik melalui bantuan pemerintah, melalui Kementerian PUPR atau dari bantuan pihak ketiga," kata Bupati Najmul, Jumat (19/7/2019).

Bupati Najmul mengatakan, dari 1.700 ruang belajar yang ada di Lombok Utara, 60 persennya sudah pulih.

Sedangkan untuk 40 persen yang masih rusak, kegiatan belajar-mengajarnya masih dilaksanakan di bangunan sementara. Bupati Najmul memastikan proses belajar anak murid tetap normal meskipun lokasinya terbatas.

"Anak-anak kondisi sekolahnya sudah normal. Dulu pada saat belum kami komunikasi dengan siapapun, yang pertama saya panggil adalah kepala Dinas Pendidikan, datang ke tenda-tenda cari guru, supaya sekolah cepat pulih,” ujar Bupati Najmul.

Bupati Najmul juga melaporkan soal pembangunan rumah dan fasilitas umum. Dari 75 ribu unit rumah yang rusak di Lombok Utara, menurut dia baru sekitar 20 ribu rumah yang sudah berdiri.

Ia mengatakan, bantuan dana stimulan untuk korban gempa di NTB dapat berjalan dengan baik berkat keterlibatan masyarakat secara langsung.

Editor: Adi Ahdiat/Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pekan Diplomasi Iklim

Pekan Diplomasi Iklim

Kabar Baru Jam 18