Rumah Jurnalis di Aceh Dibakar, Polisi Periksa 6 Saksi

”Pemeriksaan terhadap saksi korban saudara Asnawi, dilakukan setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi."

BERITA | NUSANTARA

Rabu, 31 Jul 2019 12:31 WIB

Author

Erwin Jalaludin

Rumah Jurnalis di Aceh Dibakar, Polisi Periksa 6 Saksi

Rumah jurnalis Harian Serambi Indonesia Asnawi Luwi dibakar orang, Selasa (30/07) dini hari. (Foto: Ist)

KBR, Banda Aceh-   Kepolisian Aceh Tenggara memeriksa  6 orang saksi terkait kasus dugaan pembakaran rumah wartawan Harian Serambi Indonesia, Asnawi Luwi.  Kepala Kepolisian Aceh Tenggara, Rahmad Hardeny Yanto Eko Saputro mengatakan, keenam saksi itu merupakan dari warga Lawe Loning, Kecamatan Lawe-lawe Sigala-gala.

Kata Dia, keterangan dari tetangga itu sangat penting, guna penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

”Pemeriksaan terhadap saksi korban saudara Asnawi,   dilakukan setelah pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Karena belum stabil dalam hal memberikan keterangan. Saksi itu 6 orang dari warga yang mengetahui terjadinya kebakaran rumah saudara Asnawi langsung diambil keterangan, posisinya di Polsek Lawe Sigala, ” kata Rahmad Hardeny Yanto Eko Saputro dalam konferensi pers, Rabu (31/07). 

Sebelumnya rumah  jurnalis Harian Serambi Indonesia, Asnawi Luwi di Gampong (desa) Lawe Loning Aman, Kecamatan Lawe Sigala, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga dibakar orang pada Selasa   (30/7/2019) dini hari. Menurut penuturan Asnawi Luwi, peristiwa itu terjadi pukul 02.00 WIB, saat dia dan keluarga sedang pulas tidur.

"Masyarakat menjerit-jerit mengatakan kebakaran. Begitu kita keluar, kita lihat garasi mobil ini terbakar, sekeliling ini terbakar semua. Masyarakat beramai-ramai lalu menyiramnya," kata Asnawi.

Api yang melahap rumah Asnawi dapat dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB, setelah dua mobil pemadam kebakaran dan warga membantu memadamkan api. Selain rumah yang hangus terbakar, satu unit mobil miliknya juga tinggal puing dilahap api.
 
Dia menduga, kebakaran tersebut bukan karena faktor korsleting listrik, melainkan adanya unsur kesengajaan oleh mereka  yang   terusik terkait dengan kerja-kerja jurnalistiknya.

Dugaannya itu beralasan, sebab tuturnya,  rumahnya di datangi seseorang, saat Asnawi sedang mengikuti rapat kerja Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh beberapa hari lalu.

Orang tak dikenal itu kemudian meminta nomor handphone Asnawi kepada sang istri.

"Anehnya kata istri, dia juga sempat tengok-tengok (melihat) sekitaran rumah sebelum pergi," jelasnya.

Asnawi dikenal kritis dalam memberitakan persoalan lingkungan yang terjadi di Aceh Tenggara, seperti persoalan pembalakan liar, proyek pengerjaan Jalan Subulussalam-Muara Situlen, dan berbagai persoalan lainnya yang terkait kepentingan publik.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun