Pertemuan Jokowi-Prabowo, JK: Contoh Persatuan

"Kita harus menghargai kedua tokoh itu, atas kebesaran hati untuk bersatu demi kesatuan bangsa ini,”

, BERITA , NASIONAL

Senin, 15 Jul 2019 12:43 WIB

Author

Dwi Reinjani

Pertemuan Jokowi-Prabowo, JK: Contoh Persatuan

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) saat tiba di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Wakil Presiden  Jusuf Kalla, menilai pertemuan Jokowi dan Prabowo sebagai bentuk persatuan. JK menyampaikan contoh itu saat memberikan  arahan untuk perwira remaja TNI-Polri di Mabes TNI, Cilangkap.  

Menurut Kalla, dalam pemilu selalu ada persaingan ingin memperbaiki keadaan negara, namun pada hakikatnya pemenang dan saingannya harus bersatu untuk mewujudkan kedamaian. 

Kalla mengatakan persaingan dalam mewujudkan suatu keinginan boleh dilakukan, tapi perdamaian dan persatuan harus menjadi tujuan bersama.

“Kita bicara politik, kita bicara ekonomi, kita bersyukur dewasa ini politik Indonesia setelah pemilu, yang gegap gempita yang penuh kepanasan dan tentu juga isu-isu yang besar jauh lebih baik. Pada Sabtu yang lalu bertemunya pak presiden dengan pak Prabowo juga mendamaikan kehidupan politik bangsa ini. Karena itulah kita harus menghargai kedua tokoh itu, atas kebesaran hati untuk bersatu demi kesatuan bangsa ini,” ujar Kalla di Mabes TNI, Senin (15/07/2019).

Menurut Kalla sikap Jokowi maupun Prabowo harus menjadi contoh baik para calon perwira TNI maupun Polri dalam menghadapi segala situasi. Dewasa ini menurutnya akan banyak masalah yang menghadang, namun kerjasama dan sinergitas para anggota TNI-Polri lah yang mampu menyelesikan berbagai kendala tersebut. Kalla mencontohkan banyaknya aktivitas radikalisme yang menyerang keamanan, hanya bisa dihentikan jika TNI, Polri dan institusi keaman lainnya bekerja sama.

Selain itu Kalla juga mengatakan bahwa anggota TNI dan Polri harus siap sedia dalam kegiatan berulang, salah satunya mengamankan pemilihan umum. Pasalnya Indonesia akan terus melakukan pemilihan umum 5 tahun sekali, maka dinamika politik yang akan mempengaruhi keamanan akan terjadi. Hal itulah yang harus selalu menjadi salah satu fokus instansi keamanan dalam menjaga perdamaian tanpa berpihak pada kelompok manapun.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

News Beat

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 20