Pengungsi Korban Gempa Halmahera Bertambah Jadi 3.000 Orang

"Jumlah pengungsinya juga tambah, kemarin sekitar 2.000 sekarang tambah jadi sekitar 3.000 orang."

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 16 Jul 2019 18:02 WIB

Author

Astri Septiani

Pengungsi Korban Gempa Halmahera Bertambah Jadi 3.000 Orang

Warga mengungsi di tenda darurat setelah rumahnya rusak diguncang gempa 7,2 SR di Desa Balita, Gane Barat, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Senin (15/7/2019). (Foto: ANTARA/Nasdi)

KBR, Jakarta- Jumlah korban gempa Halmahera Selatan, Maluku Utara, terus bertambah.

"Jadi kemarin kita ketahui jumlah korbannya (meninggal) ada 2 orang. Tapi ternyata sekarang, dari data yang kita kumpulkan sampai hari ini ada tambah 2, jadi jumlahnya 4 orang meninggal," kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Selasa (16/7/2019).

"Data-data luka juga bertambah, semalam baru satu (orang), sekarang sudah ketemu datanya ada 51 orang luka. Kemudian jumlah pengungsinya juga tambah, kemarin sekitar 2.000 sekarang tambah jadi sekitar 3.000 orang," tambahnya.

Di samping korban meninggal dan luka, gempa 7,2 SR yang mengguncang Halmahera Selatan hari Minggu lalu (14/7/2019) juga mengakibatkan 971 rumah rusak berat.

Sejumlah fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah peribadatan dan tiga unit jembatan juga dilaporkan rusak.


Pengungsi Masih Butuh Bantuan

Menurut Agus, saat ini BNPB telah menggunakan dana siap pakai dan sudah mengirim helikopter untuk penanganan darurat.

Pengiriman logistik juga sudah dilakukan menggunakan kapal. Namun demikian, pengungsi masih butuh banyak bantuan.

"Saat ini dari data yang dikirimkan ke BNPB, yang pertama (kebutuhan pengungsi) adalah air mineral, beras dan makanan siap saji, mie instan, matras selimut, terpal tenda, popok bayi, pakaian dan kebutuhan anak-anak," jelas Agus.

Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menyatakan masa tanggap bencana akan berlangsung hingga 21 Juli 2019 mendatang.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Pekan Diplomasi Iklim

Pekan Diplomasi Iklim

Kabar Baru Jam 18